ASPEK.ID, JAKARTA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memasang target ambisius: kemiskinan nol persen di kawasan IKN pada 2035. Target tersebut akan ditempuh melalui penguatan ekonomi lokal, terutama lewat digitalisasi dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Direktur Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Conrita Ermanto, menyebut berbagai program telah disiapkan untuk menopang pembangunan sosial-ekonomi di kawasan calon ibu kota negara itu.
“Sejumlah kegiatan dan program dilakukan untuk mendukung target pembangunan IKN, termasuk sasaran nol persen kemiskinan pada 2035,” ujar Conrita Ermanto, Minggu (8/2).
Salah satu fokus utama Otorita IKN adalah membangun ekosistem digital UMKM, mulai dari fasilitasi penjualan daring, promosi usaha, penyaluran insentif, hingga program pelatihan peningkatan kapasitas pelaku usaha.
Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia (BI). Kerja sama ini diwujudkan dalam bentuk lokakarya literasi keuangan digital serta edukasi legalitas produk UMKM yang telah dilaksanakan di Kecamatan Samboja dan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kedua wilayah itu masuk dalam zona delineasi IKN dan berperan sebagai daerah penyangga strategis, mencakup 13 desa dan kelurahan di Kecamatan Samboja serta 10 desa dan kelurahan di Kecamatan Samboja Barat.
Sebanyak 120 pelaku UMKM lokal—masing-masing 60 orang dari Samboja dan Samboja Barat—dibekali pemahaman manajemen keuangan berbasis digital serta edukasi legalitas usaha. Langkah ini diarahkan agar UMKM dapat dikelola secara lebih akuntabel, profesional, dan kompetitif.
“Kegiatan itu untuk memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM lokal agar mampu tumbuh berkelanjutan seiring pembangunan IKN,” tambah Conrita.
Otorita IKN berharap para pelaku UMKM yang telah mendapatkan pembekalan dapat menerapkan pengetahuan tersebut untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan, sekaligus berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan IKN dan wilayah penyangganya. []
























