ASPEK.ID, JAKARTA – Pjs. Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PELNI (Persero), Opik Taupik menyatakan, PELNI melakukan penyesuaian rute operasional pada sejumlah kapal penumpang selama PPKM Darurat di sejumlah wilayah.
Manajemen PELNI menyampaikan permohonan maaf jika tidak nyaman akibat sejumlah perjalanan yang terganggu.
“Dari 26 kapal penumpang, tujuh kapal PELNI tetap melayari rute regulernya, sementara 13 kapal PELNI akan mendapatkan penyesuaian rute,” kata Opik Taupik, Sabtu (10/7/2021).
Opik merinci tujuh kapal PELNI yang melayari rute normalnya saat PPKM Darurat yaitu KM Lambelu, KM Dobonsolo, KM Dorolonda, KM Awu, KM Kelud, KM Nggapulu, dan KM Willis.
Berikut daftar wilayah yang tidak dilayani sementara waktu:
- Pantoloan, Sulawesi Tengah (KM Labobar); Nabire, Papua (KM Tidar)
- Manokwari, Papua Barat (KM Tidar)
- Pulau Bacan, Maluku Utara (KM Sinabung)
- Pulau Geser, Maluku (KM Pangrango)
- Raha, Sulawesi Tenggara (KM Tilongkabila)
- Gorontalo, Sulawesi Utara (KM Tilongkabila)
- Benoa, Bali (KM Binaiya)
- Labuan Bajo, NTT (KM Binaiya)
- Lewoleba, NTT (KM Sirimau, KM Bukit Siguntang, KM Umsini)
- Agats, Papua (KM Sirimau, KM Leuser, KM Tatamailau)
- Merauke, Papua (KM Tatamailau)
- Wasior, Papua Barat (KM Gunung Dempo)
- Kijang, Kep. Riau (KM Umsini, KM Bukit Raya)
- Pontianak, Kalimantan Barat (KM Bukit Raya)
- Surabaya, Jawa Timur (KM Bukit Raya).























