ASPEK.ID, JAKARTA – Pemerintah menyiapkan 4,2 juta genteng untuk mendukung Program Bedah Rumah melalui Gerakan Gentengisasi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, pelaksanaan program tersebut harus memperhatikan kualitas material agar genteng yang digunakan memenuhi standar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hal itu dibahas dalam rapat koordinasi persiapan gentengisasi bersama pemerintah daerah di Kantor BRI PKP, Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Rapat tersebut membahas kesiapan produksi, pemenuhan standar kualitas, jadwal peluncuran, serta mekanisme distribusi genteng untuk mendukung Program Bedah Rumah.
“Jawa Barat menyiapkan 2,4 juta keping genteng atau setara dengan 600 truk. Sementara itu, Jawa Tengah menyiapkan 1 juta keping genteng dan Jawa Timur sebanyak 800.000 keping,” ungkap Ara.
Di Jawa Barat, peluncuran gentengisasi dijadwalkan pada 8 November 2026 pukul 15.00 WIB. Pemerintah provinsi menyatakan telah memenuhi persyaratan regulasi, kualitas material, serta kesiapan teknis dan estetika.
Sebanyak 34 UMKM genteng di Jawa Barat telah memiliki sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), sedangkan 11 UMKM telah lolos uji mekanis.
Harga genteng melalui koperasi tercatat sebesar Rp 2.500 per keping. Meski demikian, mekanisme distribusi 2,4 juta keping genteng masih dikoordinasikan bersama Balai P3KP Jawa II, terutama untuk mendukung pelaksanaan Program Bedah Rumah. Persiapan di Jawa Tengah dan Jawa Timur Jawa Tengah menyiapkan 1 juta keping genteng bersertifikat keandalan untuk kegiatan gentengisasi yang dijadwalkan pada 4 Desember 2026 di Kabupaten Kebumen.
Persiapan tersebut telah dikoordinasikan dan disepakati bersama Gubernur Jawa Tengah. Sementara itu, Jawa Timur menyiapkan 800.000 keping genteng dengan persyaratan sertifikasi keandalan. Kabupaten Trenggalek menjadi lokasi yang dipersiapkan untuk pelaksanaan kegiatan, tetapi jadwal peluncurannya masih dalam tahap koordinasi.












