• Latest
  • Trending
Penyebab Kerusuhan di Prancis

Penyebab Kerusuhan di Prancis

BEI Target Kapitalisasi Bursa Rp 30.000 Triliun pada 2030

BEI dan OJK Akan Bertemu MSCI Minta Klarifikasi

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, 12 Pesawat Terlambat

PM Malaysia Minta ASEAN Tangani Karhutla RI

Sekjen PBB Bermalam di Rumah Prabowo

Sekjen PBB Bermalam di Rumah Prabowo

IHSG Lengser ke 4.934, Mayoritas Saham Masuk Zona Merah

IHSG Lengser ke 4.934, Mayoritas Saham Masuk Zona Merah

Kebakaran Hutan 2019 Bikin Indonesia Rugi Rp 72 Triliun

Serukan Taubat Nasuha, MUI Desak Prabowo Serius Tangani Karhutla

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

BEI Turunkan Batas ARB Saham Jadi 7% Mulai Hari Ini

BNPB Hormati OTT KPK, Dorong Asas Praduga Tak Bersalah

KPK: Pejabat BNPB Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Pembebasan Tagihan dan Diskon Listrik Bertahap Mulai Hari Ini

Bahlil: 2030 Seluruh Desa di RI ada Listrik

Jokowi Mau RAPBN 2025 Akomodasi Semua Program Prabowo

Prabowo HUT, Jokowi Doakan Sehat

Gempa 5,9 M Hentak Bengkulu

Gempa Dangkal M 5,3 Hentak Labuan Bajo

Peluang Anies Diusung oleh PDI Perjuangan dan PKB

Survei Capres PPI: Prabowo Masih Unggul, Anies Menyusul

Relawan Selamatkan 100 Orangutan dari Kebakaran Hutan

Relawan Selamatkan 100 Orangutan dari Kebakaran Hutan

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Penyebab Kerusuhan di Prancis

by Aspek
Oktober 19, 2026
in BERITA TERBARU, GLOBAL
Penyebab Kerusuhan di Prancis

ASPEK.ID, PARIS -Kerusuhan melanda berbagai kota di Prancis setelah demonstrasi menentang kenaikan biaya hidup dan memburuknya layanan publik meluas. Aksi yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi bentrokan, kebakaran, perusakan fasilitas umum, hingga penjarahan toko.

Ratusan ribu orang turun ke jalan di puluhan kota Prancis untuk menyuarakan berbagai tuntutan. Namun, sejumlah kelompok massa terlibat dalam aksi kekerasan dengan menyasar gedung-gedung publik, menjarah butik mewah dan supermarket, serta menyerang kendaraan dan petugas kepolisian.

Gelombang protes ini tidak hanya berkaitan dengan meningkatnya biaya hidup. Kemarahan masyarakat juga dipengaruhi persoalan ketimpangan sosial, rendahnya upah, kenaikan harga sewa, hingga buruknya fasilitas pendidikan.

BacaJuga

BEI dan OJK Akan Bertemu MSCI Minta Klarifikasi

PM Malaysia Minta ASEAN Tangani Karhutla RI

Sekjen PBB Bermalam di Rumah Prabowo

IHSG Lengser ke 4.934, Mayoritas Saham Masuk Zona Merah

Serukan Taubat Nasuha, MUI Desak Prabowo Serius Tangani Karhutla

BEI Turunkan Batas ARB Saham Jadi 7% Mulai Hari Ini

Melansir laporan AFP dan Reuters, aksi demonstrasi di Prancis bermula sejak bulan sebelumnya pada sejumlah sekolah menengah di wilayah pinggiran utara Paris.

Ketidakpuasan terhadap kekurangan tenaga pengajar dan buruknya fasilitas pendidikan memicu kemarahan yang kemudian berkembang menjadi gerakan protes dengan cakupan lebih luas.

Seiring meluasnya demonstrasi, tuntutan masyarakat tidak lagi terbatas pada persoalan pendidikan. Para pengunjuk rasa mulai menyoroti ketimpangan sosial, kebijakan pengeluaran publik, serta penurunan standar hidup yang mereka rasakan.

Kenaikan biaya hidup menjadi salah satu persoalan utama yang mendorong masyarakat turun ke jalan. Sebagian demonstran merasa pendapatan mereka tidak sebanding dengan pengeluaran yang terus meningkat, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar tempat tinggal.

“Kami sudah muak bekerja keras dengan upah yang sangat rendah, sementara biaya sewa terus naik,” ujar Regine Monfroid, dikutip Senin (19/10/2026).

Menurut para demonstran, tekanan ekonomi tersebut semakin terasa ketika biaya hidup meningkat, sementara upah yang diterima tidak mengalami peningkatan sepadan. Sebagian tuntutan juga berkaitan dengan kenaikan biaya hidup yang dipicu oleh perang di Timur Tengah.

Selain persoalan ekonomi, protes tersebut berlangsung ketika Prancis memasuki periode menjelang pemilihan presiden pada 2027, yang akan menentukan pengganti Presiden Emmanuel Macron.

Kondisi ini membuat demonstrasi tidak hanya menjadi wadah untuk menyampaikan keluhan ekonomi, tetapi juga berkembang menjadi kritik terhadap pemerintah dan kalangan elite politik.

Persoalan layanan publik turut memperbesar ketidakpuasan masyarakat. Kekurangan guru dan kondisi belajar yang dinilai tidak memadai menjadi salah satu pemicu awal demonstrasi, khususnya di kalangan pelajar sekolah menengah.

Seorang pengunjuk rasa berusia 19 tahun di Paris, Lola, menjelaskan alasan dirinya ikut dalam aksi tersebut. Ia menyoroti tingginya biaya hidup, mahalnya bahan bakar, serta kondisi pelajar yang menghadapi kekerasan ketika menyampaikan tuntutan terkait pendidikan.

Ketimpangan ekonomi juga menjadi perhatian para demonstran. Kamil Alahyan, seorang siswa sekolah menengah berusia 18 tahun, mengatakan dirinya mengikuti aksi tersebut karena sejumlah persoalan, termasuk kondisi politik menjelang pemilu dan penumpukan kekayaan di kalangan kelompok ultra-kaya.

“Saya ikut demo karena banyak alasan, pemilu yang akan datang pada 2027, politisi yang berbohong, serta kelompok ultra-kaya yang terus menumpuk kekayaan dalam 10 tahun terakhir,” kata Kamil Alahyan dikutip dari beritasatu.

Komentar
Share10Tweet7SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

IHSG Aman Selama Demo Mahasiswa Tidak Ricuh

ASPEK.ID, JAKARTA - Kondisi pasar saham dinilai relatif aman di tengah aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di Jakarta pada Selasa...

Peringatan 21 Tahun Damai Aceh Berakhir Ricuh, Kendaraan Dirusak

Usai Rusuh Aceh, Menkum Bakal Tuntaskan Pembahasan UU Otsus

  Jakarta - Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas mengatakan sudah menemui Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem terkait pembahasan...

Lifter Indonesia Gagal Raih Medali di Paris

Lifter Indonesia Gagal Raih Medali di Paris

Paris -  Lifter Indonesia asal Aceh Utara Nurul Akmal gagal meraih medali di Olimpiade Paris 2024, Minggu 11 Agustus 2024....

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In