ASPEK.ID, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) berhasil mendatangkan kargo minyak mentah sebanyak 1 juta barel dari Aljazair sebagai bagian dari upaya penguatan pasokan energi nasional. Kargo tersebut tiba di Indonesia setelah kapal tanker MT Sypros bersandar di perairan Cilacap.
Pengapalan ini menjadi kargo perdana Pertamina dari blok migas Aljazair setelah perusahaan memperpanjang kontrak bagi hasil (production sharing contract/PSC) dengan perusahaan migas nasional Aljazair, Sonatrach, untuk jangka waktu 25 tahun ke depan.
Berdasarkan siaran pers Pertamina, Sabtu (31/1), minyak mentah tersebut berasal dari Wilayah Kerja (WK) 405A Aljazair yang dikelola oleh Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP). Kargo dikirim dari Port Arzew, Aljazair, pada 24 Desember 2025 dan menempuh perjalanan laut lebih dari satu bulan sebelum tiba di Indonesia.
Setibanya di Cilacap, kapal MT Sypros langsung terhubung dengan Control Room Kilang IV Cilacap untuk memastikan seluruh proses unloading berjalan aman, terpantau secara real time, dan terintegrasi. Proses ini sekaligus menegaskan kesiapan infrastruktur Pertamina dalam menerima serta mengolah minyak mentah dari luar negeri.
Kegiatan penerimaan kargo perdana tersebut disaksikan secara terhubung dari tiga lokasi, yakni Grha Pertamina Jakarta, Control Room Kilang IV Cilacap, serta lokasi operasional Pertamina di Aljazair.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa pengiriman minyak mentah ini merupakan bentuk kontribusi nyata Pertamina dalam mendukung ketahanan energi nasional.
“Bersandarnya kapal yang telah mengarungi samudera sebulan lebih ini menjadi harapan untuk visi ketahanan energi nasional. Ini merupakan bukti nyata Pertamina dalam mewujudkan amanah Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Simon dalam sambutannya di Grha Pertamina, Jakarta.
Simon juga menekankan bahwa pengapalan perdana ini mencerminkan kuatnya sinergi antarentitas di lingkungan Pertamina, mulai dari PIEP sebagai produsen, Pertamina International Shipping sebagai pelaksana pengapalan, hingga Kilang Pertamina Internasional sebagai pembeli dan pengelola kilang dalam negeri.
“Sinergi ini telah mampu memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok energi global, membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di kaki sendiri,” tambah Simon.
Sementara itu, Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan menyampaikan bahwa keberhasilan pengiriman minyak mentah tersebut tidak terlepas dari dedikasi dan kerja keras seluruh Perwira Pertamina.
“Seluruh jajaran komisaris akan terus memberikan dukungan untuk mengawal proses di Pertamina hingga minyak mentah ini mampu menjadi produk-produk yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” tegas Iriawan.
Sebagai informasi, Pertamina mulai mengembangkan bisnis hulu migas di Aljazair sejak meneken kontrak kerja sama tahunan dengan Sonatrach pada 2002–2003. Kerja sama tersebut semakin diperkuat pada 2014, seiring dengan akuisisi hak pengelolaan blok Menzel Lejmat (MLN) oleh Pertamina. []
























