ASPEK.ID – Serangan proyektil yang dikaitkan dengan kelompok Houthi di Yaman dilaporkan menyebabkan sebuah pesawat komersial Saudia Airlines terbakar di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi. Insiden ini memicu penghentian sementara sejumlah penerbangan dari dan menuju ibu kota Saudi tersebut.
Dikutip dari Reuters, Jumat (9/10/2026), tiga sumber yang mengetahui insiden itu mengatakan pesawat mengalami kerusakan parah setelah terbakar saat terparkir di area terminal pada Kamis (8/10).
Kebakaran diduga dipicu serpihan rudal yang berhasil dicegat atau proyektil lainnya. Pesawat tersebut diyakini tidak membawa penumpang ketika insiden terjadi. Namun, sumber-sumber tersebut belum dapat memastikan apakah ada korban luka.
Sejumlah saksi melaporkan mendengar ledakan di Riyadh, termasuk ledakan besar di kawasan Bandara Internasional King Khalid. Seorang saksi mengatakan kepada Associated Press bahwa petugas pemadam kebakaran dan ambulans dikerahkan ke lokasi.
Rekaman video yang diverifikasi Reuters juga memperlihatkan asap hitam tebal disertai kobaran api membubung dari area bandara.
Di lokasi lain, pejabat Arab Saudi menyebut puing-puing rudal yang berhasil dicegat menghantam sebuah taman kanak-kanak dan kompleks medis di Riyadh.
Seorang saksi yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan penerbangan keberangkatan dihentikan. Penumpang yang berada di bandara juga diminta meninggalkan area tersebut.
Dampak insiden turut dirasakan sejumlah maskapai internasional. Lufthansa dan Air India mengonfirmasi penghentian sementara penerbangan ke Riyadh.
Data perusahaan analisis penerbangan Cirium menunjukkan hampir separuh penerbangan keberangkatan dari bandara tersebut telah dibatalkan hingga pukul 15.00 GMT pada Kamis. Sementara itu, sebanyak 31 pembatalan penerbangan lainnya diperkirakan terjadi pada Jumat di berbagai bandara di Arab Saudi.
Tiga Orang Tewas dalam Serangan Houthi
Insiden kebakaran pesawat ini terjadi di tengah meningkatnya serangan Houthi terhadap wilayah Arab Saudi.
Otoritas Saudi pada Rabu menyatakan tiga orang tewas dalam serangan yang menyasar Bandara Riyadh dan Bandara Abha di wilayah barat daya negara tersebut sepanjang pekan ini.
Pada Kamis, Houthi dilaporkan meningkatkan kampanye serangannya dengan menargetkan wilayah udara Arab Saudi. Kelompok tersebut juga memperingatkan para pekerja agar menjauhi fasilitas energi yang menjadi sasaran serangan.
Houthi menyatakan serangan terhadap Arab Saudi merupakan respons atas dukungan Riyadh kepada pasukan pemerintah Yaman dalam perang saudara yang kembali memanas di negara tersebut.
Rangkaian serangan itu menambah tekanan terhadap operasional penerbangan dan keamanan infrastruktur di Arab Saudi, termasuk bandara serta fasilitas penting lainnya.
Catatan penyuntingan: Naskah menggunakan kata diduga karena informasi yang tersedia belum memastikan secara definitif bahwa rudal Houthi secara langsung menghantam pesawat. Hubungan antara serpihan proyektil dan kebakaran juga tetap diatribusikan kepada sumber yang mengetahui insiden tersebut. []















