• Latest
  • Trending
RNI Ajak Milenial Jadi Petani Tebu

Petani Tebu Kesal,  RI Buka Impor Gula 150.000 Ton

BNPB Hormati OTT KPK, Dorong Asas Praduga Tak Bersalah

KPK Tak Tutup Kemungkinan Periksa Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto

Penantian 40 Tahun SPAM Umbulan yang Rampung di Tangan Jokowi

AHY: Berbahaya 70 Persen Kebutuhan Air Bersih Warga dari Air Tanah

Jenderal Tandyo Bakal Dilantik Jadi  KSAD

Jenderal Tandyo Bakal Dilantik Jadi  KSAD

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

IHSG Terjun Bebas ke 5.812, 635 Saham Berguguran

Megawati ‘Megatron’ Belum Fit 100 Persen saat Debut di Hillstate

Megawati ‘Megatron’ Belum Fit 100 Persen saat Debut di Hillstate

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

Bupati Klaten dari PDIP Terjaring OTT KPK

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, 12 Pesawat Terlambat

Asap Karhutla Sumatra Mulai Selimuti Aceh

Harga Emas Terancam Turun Lagi Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Harga Emas Antam Makin Loyo, Kini Dibanderol Rp 2,561 Juta

Kabalog Jadi Wamenhan

Kabalog Jadi Wamenhan

Pertamina Tambah Titik Operasional BBM Satu Harga di NTB

Solusi Antrean BBM di Bali, Pertamina Tambah Armada dan Personel

WFH ASN Resmi Berlaku, Perjalanan Dinas Dipangkas hingga 70%

Gaji PNS Dibayar Melalui Kopdes Merah Putih

Netflix Razia Sharing Password,  Konsumen Turun

Netflix PHK 1.000 Karyawan, Kompetitor Tawarkan Gratis

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Oktober 15, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Petani Tebu Kesal,  RI Buka Impor Gula 150.000 Ton

by Aspek
September 24, 2026
in BERITA TERBARU, EKONOMI
RNI Ajak Milenial Jadi Petani Tebu

Ilustrasi petani tebu. [Dok. PT RNI/KBUMN]

 

ASPEK.ID, JAKARTA –  Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mempertanyakan kebijakan impor gula pemerintah di tengah berlangsungnya musim giling tebu dalam negeri.

Ketua Umum APTRI Soemitro Samadikoen, menyampaikan keberatan tersebut saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

BacaJuga

KPK Tak Tutup Kemungkinan Periksa Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto

AHY: Berbahaya 70 Persen Kebutuhan Air Bersih Warga dari Air Tanah

Jenderal Tandyo Bakal Dilantik Jadi  KSAD

IHSG Terjun Bebas ke 5.812, 635 Saham Berguguran

Megawati ‘Megatron’ Belum Fit 100 Persen saat Debut di Hillstate

Bupati Klaten dari PDIP Terjaring OTT KPK

 

Soemitro menyoroti adanya rencana impor sekitar 150 ribu ton raw sugar atau gula mentah yang nantinya diperuntukkan untuk kebutuhan gula konsumsi. Menurutnya, kebijakan tersebut perlu dipertanyakan karena produksi gula dalam negeri juga sedang berlangsung.

APTRI menilai kebutuhan gula nasional semestinya masih dapat dipenuhi dari stok yang tersedia dan produksi dalam negeri.

 

“Tahun lalu ada impor 200 ribu ton. Sisa stok kita di akhir tahun 2025 ini 1,2 juta ton. Kalau ditambah dengan impor, ada kurang lebih 1,4 juta ton,” kata Soemitro.

 

Menurutnya, stok sekitar 1,4 juta ton tersebut belum memperhitungkan produksi gula nasional pada 2026.

 

Dia menyebut produksi gula tahun ini berdasarkan sejumlah rilis pemerintah mencapai sekitar 3,02 juta ton. Bahkan, apabila produksi hanya menyamai capaian tahun sebelumnya sekitar 2,6 juta ton, dia menilai pasokan gula nasional masih mencukupi kebutuhan konsumsi.

 

“Kalau panenan kita ini, dan itu disampaikan di beberapa rilis dari Kementan itu 3,02 juta ton. Taruhlah 3 juta ton. Atau andaikan kita pakai hitungan yang paling tidak bagus, sama produksinya dengan tahun lalu 2,6 juta ton. Ditambah 1,4 juta ton (carry over dari tahun lalu). Cukup itu untuk konsumsi kita,” jelasnya.

 

Atas dasar perhitungan tersebut, APTRI mempertanyakan urgensi impor ketika petani tebu dalam negeri masih melakukan penggilingan hasil panen.

 

 

Komentar
Share12Tweet8SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

RNI Ajak Milenial Jadi Petani Tebu

Ratusan Petani Tebu Berdemo ke Istana Negara

    ASPEK.ID, JAKARTA – Ratusan petani tebu dari Kabupaten Cirebon bertolak ke Jakarta pada Senin (31/8/2026) malam. Mereka akan...

Gandeng PTPN, Jasa Marga Salurkan Rp40 M ke Petani Tebu

Untuk meringankan dampak pandemi yang dirasakan oleh para petani tebu, PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyalurkan total Rp40 Miliar melalui...

RNI Ajak Milenial Jadi Petani Tebu

RNI Ajak Milenial Jadi Petani Tebu

PT Rajawali Nusantara Indonesia atau RNI (Persero) yang juga induk Hoding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan, terus meningkatkan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In