ASPEK.ID, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut penanganan transportasi di Jakarta lebih baik dibandingkan dengan New York, Amerika Serikat. Hal itu disampaikan Pramono setelah melakukan lawatan ke New York pada September 2026.
“Tetapi bersyukur bahwa dalam hal penanganan transportasi sebenarnya di Jakarta jauh lebih baik dibandingkan dengan di New York,” ujar Pramono saat ditemui di Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).
Selama berada di New York, dia berdiskusi dengan Wali Kota New York Zohran Kwame Mamdani.
Obrolan keduanya membahas sejumlah persoalan yang dihadapi kedua kota, mulai dari transportasi, bantuan sosial (bansos), keamanan, hingga obligasi.
“Kami berdua berdiskusi tentang banyak hal, terutama hal yang berkaitan dengan transportasi, kemudian hal berkaitan dengan bansos, hal yang berkaitan dengan security, hal yang berkaitan dengan obligasi,” kata Pramono disalin dari Kompas.
Menurut Pramono, Jakarta dan New York memiliki sejumlah kesamaan sebagai kota besar dengan kepadatan penduduk tinggi serta masyarakat yang multikultur dan multietnik.
“Dan New York relatif persoalannya itu hampir sama dengan Jakarta, sebagai kota yang sangat padat, multikultur, multietnik, semua orang datang ke tempat itu, sehingga dengan demikian problemnya menjadi complicated,” lanjut dia.
Meski demikian, Pramono menyebut penanganan transportasi di Jakarta saat ini lebih baik dibandingkan New York.
“Kebetulan kemarin pada saat saya ke sana kan ada sidang UN, sehingga dengan demikian kemacetan itu di mana-mana,” kata dia.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menceritakan pembahasan mengenai cara Jakarta menangani persoalan transportasi dengan jumlah penduduk yang besar. Mamdanu juga sempat menanyakan kepada Pramono mengenai cara Jakarta menangani persoalan transportasi dengan jumlah penduduk yang besar.
“Dan Wali Kota bertanya kepada saya bagaimana penanganan Jakarta dengan penduduk 11 juta, dan kemudian dengan aglomerasi atau metropolitannya menjadi 42 juta, data resmi dari UN,” ujar Pramono.















