• Latest
  • Trending
Bank China Sponsor Formula  E di Ancol

Presiden AS: China jadi ‘Bom Waktu’ Ekonomi

Gerindra Tetapkan 6 Cagub dari Aceh ke Maluku

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, Disusul PDIP, PSI 2,3 Persen

Alasan Helikopter Tak Dikerahkan Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Jasad ABK Kapal 5 Jurnalis Ditemukan di Bengkulu

BI Berikan Quantitative Easing untuk Pulihkan Ekonomi dari Covid-19

BI Pertahankan Suku Bunga 5,75% di Tengah Tekanan Rupiah

Doni Monardo Turunkan Tim Kawal Kasus Purnawirawan Dibunuh

Jasad ABK Bawa 5 Jurnalis Ditemukan 345 KM dari Titik Hilang Kontak

Pelindo Marine Service dan Serikat Pekerja Teken Perjanjian Bersama, Dorong Hubungan Kerja Harmonis

Pelindo Marine Service dan Serikat Pekerja Teken Perjanjian Bersama, Dorong Hubungan Kerja Harmonis

Prabowo Copot Purbaya, Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu

Suahasil: Ekonomi RI Tetap Tangguh Di Tengah Geopolitik Bergejolak

Update KM Virgo: 6 Korban Meninggal Teridentifikasi, 129 Penumpang Masih Dicari

Update KM Virgo Tenggelam: 20 Orang Meninggal, 115 Masih Dicari

Meski Penerbangan Lesu, Airnav Raup Laba Rp479 Miliar

AirNav Indonesia Buka Rekrutmen 2026, Ada 7 Posisi yang Bisa Dilamar

Sempat Hilang Kontak, Barista asal Aceh Ternyata Ditahan Imigrasi Arab Saudi

Sempat Hilang Kontak, Barista asal Aceh Ternyata Ditahan Imigrasi Arab Saudi

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

CDIA Siapkan Dividen Interim US$ 10 Juta

32 Kloter Penerbangan Garuda Saat Pemulangan Jemaah Haji Delay, Paling Parah 12 Jam

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi

Harga Emas Terancam Turun Lagi Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Harga Emas Antam Menguat Tipis Hari Ini

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, September 23, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Presiden AS: China jadi ‘Bom Waktu’ Ekonomi

by Aspek
Agustus 11, 2023
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, GLOBAL
Bank China Sponsor Formula  E di Ancol

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dalam forum terbuka menyatakan China merupakan bom waktu berdetak dari sisi ekonomi bagi dunia. Pernyataan keras terbuka ini disampaikan Biden dalam pertemuan penggalangan dana kampanyenya, Kamis (10/8/2023) waktu AS. Bom waktu yang disampaikan Biden seiring data yang menunjukkan angkatan kerja tumbuh lebih lambat dibandingkan tingkat pensiun.

“Mereka menuju pengangguran tertinggi, jadi [China] mereka miliki sejumlah masalah. Itu tidak baik karena ketika orang jahat memiliki masalah, mereka melakukan hal yang buruk,” tuding Presiden AS itu dari Utah.

BacaJuga

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, Disusul PDIP, PSI 2,3 Persen

Jasad ABK Kapal 5 Jurnalis Ditemukan di Bengkulu

BI Pertahankan Suku Bunga 5,75% di Tengah Tekanan Rupiah

Jasad ABK Bawa 5 Jurnalis Ditemukan 345 KM dari Titik Hilang Kontak

Pelindo Marine Service dan Serikat Pekerja Teken Perjanjian Bersama, Dorong Hubungan Kerja Harmonis

Suahasil: Ekonomi RI Tetap Tangguh Di Tengah Geopolitik Bergejolak

Dalam laporan Bloomberg itu disebut, Amerika disebut sedang bermain di tengah garis tipis teman dan lawan. Negara itu berupaya menghalangi praktik ekonomi China dan agresi di Laut China Selatan, sambil mencapai pemulihan hubungan diplomatik dengan para pemimpin China.

Menurutnya, Washington tidak mencari permusuhan dengan Beijing tetapi mengawasi aktivitasnya dengan cermat. Misalnya, dia menjuluki apa yang disebut inisiatif keuangan infrastruktur jalan sutra baru atau belt and road China sebagai jerat utang karena persyaratan dalam kerja sama harus memberi keuntungan kepada China.

Meski memberi pernyataan keras, Biden sendiri disebut Bloomberg tengah melunak. Dalam perintah eksekutif pembatasan investasi perusahaan AS di China terlihat terjadi pemangkasan besar besaran dibandingkan draf awal. Saat yang sama negara itu berupaya meningkatkan hubungan diplomatik dengan China.

China diperkirakan menjadi sumber baru pendorong perekonomian dunia setelah negara itu mencabut protokol ketat penanganan Covid-19. Meskipun diperkirakan menjadi motor, ekonomi China yang mencapai US$18 triliun itu menghadapi tantangan secara menyeluruh, seperti pelemahan belanja konsumen, ekspor yang melambat, pengangguran kaum muda yang tinggi, dan pasar properti yang merosot termasuk jatuhnya raksasa properti Country Garden Holdings Co. akibat gagal bayar utang.

Tantangan lain, produk domestik bruto PDB) China tumbuh lebih lambat dari perkiraan sebesar 5,5 persen pada paruh pertama tahun ini, dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sebagian besar produksi dunia bergantung pada China, yang menyebabkan kekhawatiran rambatan bagi ekonomi global. AS sendiri berupaya mengurangi ketergantungan dari China.

Pemerintahan Biden berupaya menghilangkan risiko dari Beijing dengan mengurangi ketergantungannya suplai bahan baku dari China. Biden juga menantang dominasi China di bidang teknologi hijau dan semikonduktor.

Reuters menyatakan sektor konsumen China jatuh ke dalam deflasi dan menjadi persoalan meluas. Kondisi ini akan membuat China memasuki era pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih lambat dengan harga dan upah konsumen yang stagnan, kontras dengan inflasi di tempat lain di dunia.

Amerika Serikat, ekonomi terbesar di dunia, telah berjuang melawan inflasi yang tinggi dan melihat pasar tenaga kerja yang kuat. Biden pada hari Rabu menandatangani perintah eksekutif yang akan melarang beberapa investasi baru AS di China dalam teknologi sensitif seperti chip komputer. China, yang memiliki ekonomi terbesar kedua di dunia, mengatakan ‘sangat prihatin’ tentang perintah tersebut dan menyatakan berhak untuk membalas. Demikian dinukilkan dari bisnis Indonesia, Jumat (11/8/2023).

Komentar
Share21Tweet13SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Banjir Nepal Tewaskan 157 Orang, Ratusan Turis  Hilang

Banjir Nepal Tewaskan 157 Orang, Ratusan Turis  Hilang

    ASPEK.ID, NEPAL  - Tim penyelamat masih mencari ratusan orang yang hilang setelah longsoran lumpur dan bebatuan menghantam sungai...

Indonesia Terima Usulan Mobil Listrik Tesla

Tesla Tarik 3 Juta Mobil di China

ASPEK, CHINA -Tesla menarik kembali sekitar 3 juta kendaraan di China untuk menangani dua persoalan keselamatan, yakni mekanisme gagang pintu...

Juli 2023 Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi

Danantara: Seluruh Saham KCIC BUMN Bakal Dialihkan ke Kemenkeu

    ASPEK.ID, JAKARTA  - Seluruh kepemilikan saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang saat ini berada di tangan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In