• Latest
  • Trending
Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

Purbaya Minta Pemda Tak Simpan Uang di Bank

Danantara Nilai Reformasi OJK Kunci Kredibilitas Pasar Modal

Rosan: 75 Persen Investasi Hilirisasi di Luar Jawa

Prabowo: Danantara Wajib Bantu Lanjutkan Proyek LRT Jakarta

Prabowo Belum Kirim Supres Pergantian Panglima TNI

Dua Tersangka Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Temui Jokowi di Solo

Jokowi: Setiap Negara Punya Sistem Pendidikan Berbeda-beda

Uji Materi Ijazah Capres Gugur di MK, Ini Pertimbangannya

Istana: Ijazah Gibran Bukan Tidak Ada, Belum Ditemukan

IMF Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 6% di 2021

IMF: 3 Tantangan Utama Ekonomi Global

Harga Emas Terancam Turun Lagi Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Emas Antam Kembali Turun, Ini Daftar Harganya Hari Ini

Polda NTB Tangkap Kasat Narkoba Polres Bima

Buronan Penyelundup HP Ilegal Rp 253 M Ditangkap di Bandara Soetta

Merger Gojek-Tokopedia Permudah UMKM Go Digital

Prabowo Tugaskan Menteri UMKM Kawal Ojol

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini

Gibran Tidak Naik Kelas di SMP Lalu Pindah ke Singapura itu Hoaks

Gibran Tidak Naik Kelas di SMP Lalu Pindah ke Singapura itu Hoaks

Di Halmahera Tengah, Prabowo Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik

Di Halmahera Tengah, Prabowo Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik

UI:  Alasan Data Center AI Butuh Banyak Air

Menkomdigi Ingatkan Air dan Energi, Proyek Data Center BDx Disetop

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Oktober 8, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Purbaya Minta Pemda Tak Simpan Uang di Bank

by Aspek
September 14, 2026
in BERITA TERBARU, EKONOMI
Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

[Ilustrasi | Pixabay]

Purbaya Minta Pemda Tak Simpan Uang di BankASPEK.ID, JAKARTA-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta pemerintah daerah mengoptimalkan dana yang tersedia dan tidak terlalu banyak menyimpannya di perbankan. Langkah tersebut dinilai penting agar belanja daerah dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap perekonomian.

Purbaya mengatakan, kondisi keuangan daerah hingga 31 Agustus 2026 masih cukup baik. Pemerintah daerah tercatat memiliki dana yang mengendap sekitar Rp 195,2 triliun.

“Kondisi keuangan daerah hingga 31 Agustus 2026 cukup baik. Mereka punya uang sebesar Rp195,2 triliun,” ujar Purbaya dalam Rapat Kerja dengan DPD RI, Senin (14/9/2026).

BacaJuga

Rosan: 75 Persen Investasi Hilirisasi di Luar Jawa

Prabowo Belum Kirim Supres Pergantian Panglima TNI

Jokowi: Setiap Negara Punya Sistem Pendidikan Berbeda-beda

Istana: Ijazah Gibran Bukan Tidak Ada, Belum Ditemukan

IMF: 3 Tantangan Utama Ekonomi Global

Emas Antam Kembali Turun, Ini Daftar Harganya Hari Ini

Menurut Purbaya, pemerintah pusat juga akan terus memantau kondisi keuangan daerah untuk memastikan tidak ada daerah yang mengalami gangguan akibat keterbatasan dana. Sebagaimana diketahui, anggaran transfer ke daerah (TKD) mencapai Rp 693 triliun pada 2026, atau turun dari Rp 919,9 triliun pada APBN 2025.

Namun, di sisi lain, ia meminta pemerintah daerah tidak menahan terlalu banyak dana di perbankan. Pasalnya, dana yang hanya tersimpan di perbankan tidak akan memberikan dampak ekonomi yang optimal apabila tidak segera digunakan untuk belanja dan pembangunan daerah.

“Jangan kebanyakan uangnya diperbankan sehingga dampak ekonominya tidak terasa. Harusnya mereka optimalkan uangnya sehingga setiap upaya yang kita alokasikan ke daerah, dampaknya maksimal ke perekonomian,” tegasnya.

Purbaya mengatakan, pemerintah pusat sebelumnya juga telah menyalurkan tambahan dana kepada daerah yang membutuhkan. Ia mencontohkan pada Agustus tahun lalu pemerintah pusat menyalurkan bantuan dana sebesar Rp 20,5 triliun kepada daerah-daerah yang membutuhkan sesuai dengan kondisi APBD masing-masing.

Menurut dia, langkah serupa tetap dapat dilakukan apabila terdapat daerah yang mengalami gangguan keuangan. Pemerintah pusat akan memantau kondisi keuangan daerah dan mengambil langkah apabila diperlukan.

“Kita Kementerian Keuangan, walaupun TKD namanya dipotong, saya minta Direktorat Perimbangan Keuangan untuk monitor kondisi keuangan daerah dan di lapangan, saya minta ke mereka, kira-kira indikasi gangguan di mana daerah nggak berfungsi gara-gara nggak punya uang, tolong kasih tauan saya dan permintah Presiden untuk memperbaiki keadaan itu,” jelasnya.

Di sisi lain, Purbaya ingin dana yang sudah tersedia di daerah segera dieksekusi sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi.

“Tahun depan pun sama, kita akan monitor seperti itu. Dan dengan tambahan yang tadi, inovatif financing, seharusnya daerah akan lebih baik lagi kondisinya,” tambahnya.

Dorongan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Purbaya sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada 2027.

Ia menilai pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada belanja pemerintah pusat, tetapi juga aktivitas ekonomi di daerah. Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan anggaran yang tersedia benar-benar digunakan untuk kegiatan yang produktif.

“Uang yang dipanggil ke daerah betul-betul dipakai dan menghasilkan hasil yang optimal. Apapun caranya, kita usahakan ke arah sana,” kata Purbaya.

 

Komentar
Share76Tweet48SendShareShare13Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

2 Tahun Prabowo-Gibran Selamatkan Rp 52 T

  ASPEK.ID, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto kembali menyaksikan penyerahan hasil penertiban kawasan hutan yang kedelapan kali di Kejaksaan Agung....

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Sesuaikan Operasional

OJK Targetkan RI Punya 5 Bank Syariah Raksasa pada 2027

ASPEK.ID, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan Indonesia memiliki setidaknya lima bank syariah berukuran besar dalam waktu dekat. Bank...

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Sesuaikan Operasional

OJK Tutup 15 Bank per September 2026

  ASPEK.ID, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menutup 15 bank di Indonesia. Yang terbaru adalah PT Bank Perekonomian Rakyat...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In