ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026. Anggaran jumbo senilai Rp 335 triliun dinilai berisiko tidak terserap optimal jika berkaca pada realisasi tahun sebelumnya.
Purbaya menilai tingkat penyerapan anggaran MBG pada 2025 masih jauh dari maksimal. Dari pagu sekitar Rp 71 triliun, realisasi anggaran tercatat hanya mencapai Rp 51,5 triliun atau sekitar 72,5 persen. Angka tersebut menjadi dasar evaluasi terhadap besarnya alokasi anggaran tahun depan.
“Itu kan tahun lalu cuma sekitar Rp 71 triliun ya. Yang terserap kurang dari itu. Let’s say kalau dua kali lipat kira-kira ya enggak sampai Rp 335 triliun lah,” ujar Purbaya saat ditemui di Kawasan Industri Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (5/2).
Dengan mempertimbangkan capaian tersebut, pemerintah menilai perlu adanya penyesuaian agar belanja negara lebih efektif dan tepat sasaran. Purbaya menegaskan, evaluasi bukan ditujukan untuk mengurangi prioritas program unggulan Presiden, melainkan memastikan penggunaan anggaran berjalan efisien.
“Jadi kita akan lihat mana yang bisa dibuat lebih efisien. Nanti kita pindahkan ke tempat lain kalau memang bisa dipindahkan. Tapi tujuannya bukan menghambat program MBG, tapi menurunkan ke arah yang lebih efisien,” ungkapnya.
Ia pun memastikan evaluasi dilakukan secara menyeluruh hingga ke detail program. “Minggu depan saya lihat, line per line programnya seperti apa dari MBG,” kata dia.
Langkah ini menandai sikap kehati-hatian pemerintah dalam mengelola belanja negara di tengah tekanan fiskal dan kebutuhan pembiayaan program prioritas lainnya. []
























