ASPEK.ID, JAKARTA – Indonesia resmi memiliki fasilitas hilirisasi aluminium terintegrasi. Proyek strategis ini dikembangkan oleh Holding Industri Pertambangan MIND ID melalui pembangunan Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Bauksit-Alumina-Aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat.
Untuk mendukung operasional smelter, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) ditunjuk sebagai penyedia pasokan energi, memastikan proses produksi berjalan lancar dan berkelanjutan.
Fasilitas ini memiliki kapasitas besar: 3 juta ton bauksit per tahun diolah menjadi 1 juta ton alumina, yang kemudian diubah menjadi 600 ribu ton aluminium. Selain memperkuat rantai pasok industri, proyek ini diproyeksikan menciptakan lebih dari 65 ribu lapangan kerja, tidak hanya di sektor pertambangan, tapi juga industri pendukung, UMKM, dan pembangunan infrastruktur daerah.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, Senin (9/2), menegaskan pentingnya ekosistem ini. “Melalui Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Bauksit-Alumina-Aluminium ini kita berupaya mewujudkan transformasi industri yang mampu mendorong penciptaan lapangan kerja dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menekankan pengelolaan mineral secara bertanggung jawab dan pemrosesan di dalam negeri sebagai strategi menciptakan efek ekonomi berganda.
“Proyek ini adalah karya anak bangsa. Inilah bentuk kontribusi Grup MIND ID dalam menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat ekonomi, dan memperkuat kedaulatan Negara, demi peradaban masa depan Indonesia,” ujar Maroef.
Ketersediaan energi yang stabil menjadi kunci sukses proyek ini. Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menekankan bahwa dukungan energi perusahaan bukan sekadar memenuhi kebutuhan smelter, tapi juga memperkuat ketahanan energi nasional.
“Dukungan energi bagi Pengolahan dan Pemurnian Alumina-Aluminium Terpadu di Mempawah menjadi bukti keseriusan Perusahaan dalam memperkuat rantai pasok industri dan ketahanan energi nasional sekaligus mendorong percepatan hilirisasi industri berbasis sumber daya alam serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” jelas Arsal.
PTBA menggunakan teknologi canggih dan ramah lingkungan untuk mendukung proyek ini, memastikan pasokan energi andal dan efisien. Dengan demikian, proyek ini bukan hanya soal produksi aluminium, tetapi juga upaya memperkuat kemandirian industri strategis Indonesia dan mendukung Asta Cita Presiden terkait industrialisasi berbasis sumber daya dalam negeri. []























