ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan biaya logistik RI dapat ditekan hingga menjadi 10% dari biaya logistik yang saat ini masih berada di angka 14%.
Airlangga bilang, penurunan biaya logistik tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan efisiensi dan memperkuat perekonomian nasional. Sebab penguatan investasi, konektivitas, dan efisiensi logistik menjadi penting di tengah kondisi ekonomi global yang masih rentan meskipun outlook 2027 diperkirakan membaik.
“Kita ketahui logistik angkanya sekitar 14%, kalau kita targetkan 10% saja, maka itu akan perbaikan terhadap perekonomian nasional yang deltanya 4%. Jadi itu mungkin salah satu low hanging fruit (target realistis) yang harus kita kejar,” kata Airlangga dalam Antara Business Forum dikutip Kamis (24/9/2026).
Airlangga mengatakan saat ini terus mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 6% dan dalam jangka menengah mencapai 8% pada 2029.
Untuk mencapai target tersebut, kata dia, investasi perlu tumbuh lebih cepat dibandingkan PDB. Investasi dinilai dapat menciptakan lapangan kerja, menghemat devisa, sekaligus meningkatkan ekspor.
Selain investasi, Airlangga menyoroti pentingnya peningkatan produktivitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Ketiga nilai tambah daripada ekspor harus terus meningkat dan sekali lagi peran logistik menjadi penting dan dalam persaingan secara global efisiensi 4% itu nilainya sangat signifikan,” ungkapnya.















