ASPEK.ID, JAKARTA – Kepastian vaksin corona Sinovac telah lolos uji coba WHO dan siap edar awal tahun depan memberikan dampak positif terhadap kinerja saham perusahaan BUMN Farmasi.
Hal tersebut terlihat dari pergerakan harga saham dua anak usaha PT Bio Farma (Persero), PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan saham-saham farmasi lainnya melesat pada perdagangan, Jumat (25/9).
Berdasarkan patauan, harga saham INAF melesat 21,46 persen ke level harga Rp 2.830/unit sedangkan KAEF terbang 21,65 persen ke level harga Rp 2.810/unit.
Sedangkan cucu usaha Bio Farma yakni PT Phapros Tbk (PEHA) juga melesat 16,67 persen di harga Rp 1.356/unit.
Untuk saham farmasi berkapitalisasi pasar terbesar di bursa yakni PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) hanya mampu naik 0,33 persen di angka Rp 1.520/unit.
Bio Farma sendiri menjadi pihak yang melakukan uji coba vaksin Sinovac di Indonesia.
Seperti diketahui Kepala ilmuwan WHO Soumya Swaminathan mengatakan vaksin virus corona (Covid-19) buatan China telah terbukti berhasil dalam uji klinis.
Untuk itu, WHO akan memastikan vaksin dapat didistribusikan secara merata ke semua penjuru dunia.
WHO bekerja untuk memastikan akses yang adil terhadap vaksin Covid-19 secara global, percaya bahwa ini adalah cara tercepat untuk mengakhiri pandemi dan mempercepat pemulihan ekonomi global.
“Vaksin China dapat membantu mewujudkan tujuan itu dalam waktu dekat karena beberapa vaksin telah terbukti berhasil dalam uji klinis,” kata Swaminathan, dilaporkan televisi China CGTN, dikutip Jumat (25/9/2020).
Kabar baik itu datang setelah virus corona yang berasal dari Wuhan, China mewabah di segala penjuru dunia selama 10 bulan terakhir.
Sejak ditemukan pada Desember lalu, sudah ada 32.407.973 orang secara global yang terinfeksi virus tersebut, sebanyak 987.697 orang di antaranya telah meninggal dunia.














