• Latest
  • Trending
25,22 Juta Penduduk Indonesia Masih Miskin

13 Persen Warga Jakarta Masih Pakai Air Sumur

3 Juta Warga RI Terpapar Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik 78%

Asap Karhutla dari Kalimantan Masuk Jakarta

Menara Masjid Dipasang BTS, Kominfo Biasa Saja

Kemenag Bagi-bagi  Rp50 Juta ke Masjid dan Rp35 Juta ke Mushallaa, Ini Syarat dan Jadwalnya

1 Januari 2020, Harga Rokok Resmi Naik 35 Persen

BPS; Orang Indonesia Lebih Banyak Habiskan Uang untuk Beli Rokok Daripada Makanan Pokok

IMF Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 6% di 2021

10 Negara Terbanyak terjerat Utang IMF 2026

Jokowi: Ada Operasi Politik di Balik Isu Ijazahnya dan Gibran

Jokowi: Ada Operasi Politik di Balik Isu Ijazahnya dan Gibran

BGN Uji MBG Prasmanan Ala Sekolah di Jepang

MBG Terapkan Prasmanan, Siswa Boleh Tambah

Prabowo Sedih Copot Dadan Cs dari BGN

Hari Ini, Prabowo Ulang Tahun Ke-75

Gibran Sowan ke Kiai, Minta Doa agar Prabowo Kuat Hadapi Masalah Bangsa

Gibran Sowan ke Kiai, Minta Doa agar Prabowo Kuat Hadapi Masalah Bangsa

Prabowo Teken Perpres Ojol, Bagi Hasil Driver Naik Jadi 92%

Ekonom: Tiga Prinsip Penting dalam Penataan Ongkir Ojol

Alasan Helikopter Tak Dikerahkan Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Baznas  Beri Penghargaan Kemanusiaan kepada 5 Jurnalis Hilang di Krakatau

PHK di Singapura Tertinggi Sejak Covid-19

Media Singapura Umumkan 7 Perusahaan RI Terduga Karhutla

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Sesuaikan Operasional

OJK: 31 Saham Terindikasi Pidana

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

13 Persen Warga Jakarta Masih Pakai Air Sumur

by Aspek
September 19, 2026
in BERITA TERBARU, LIFESTYLE
25,22 Juta Penduduk Indonesia Masih Miskin

Ilustrasi kemiskinan dan ketimpangan | Foto: Sindonews

ASPEK.ID, JAKARTA- Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya menyebut sekitar 13 persen warga Jakarta belum terlayani sistem penyediaan air minum perpipaan. Sejumlah wilayah di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur menjadi tantangan dalam memperluas cakupan layanan tersebut.

Direktur Teknik PAM Jaya Santika mengatakan wilayah yang masih menjadi tantangan antara lain Kecamatan Jagakarsa, Cilandak, Pasar Rebo, hingga Kramat Jati. Sebagian warga di kawasan tersebut masih mengandalkan sumber air lain, terutama air sumur.

“Contoh, Kecamatan Jagakarsa, Kecamatan Cilandak, kemudian geser ke kiri di Pasar Rebo, kemudian di Kramat Jati yang menjadi challenge. Kenapa? Karena warga Jakarta masih confident menggunakan sumber air lain, yaitu air berbasis air sumur,” kata Santika di Jakarta, dikutip Sabtu (19/9/2026).

BacaJuga

Asap Karhutla dari Kalimantan Masuk Jakarta

Kemenag Bagi-bagi  Rp50 Juta ke Masjid dan Rp35 Juta ke Mushallaa, Ini Syarat dan Jadwalnya

BPS; Orang Indonesia Lebih Banyak Habiskan Uang untuk Beli Rokok Daripada Makanan Pokok

10 Negara Terbanyak terjerat Utang IMF 2026

MBG Terapkan Prasmanan, Siswa Boleh Tambah

Hari Ini, Prabowo Ulang Tahun Ke-75

Saat ini, PAM Jaya telah memiliki sekitar 1,2 juta pelanggan dengan cakupan layanan perpipaan kurang lebih 83 persen. PAM Jaya juga telah melakukan sosialisasi untuk mendorong warga yang belum menjadi pelanggan agar segera menggunakan layanan air perpipaan.

Sejauh ini, sosialisasi telah dilakukan di 267 kelurahan dengan menyasar sekitar 15.000 RW atau RT.

“Makanya mudah-mudahan dengan momen ini kita bisa kemudian mendapatkan feedback positif dari warga Jakarta untuk kemudian segera mendaftarkan diri,” ujarnya.

PAM Jaya juga mengingatkan warga agar tidak terus-menerus mengandalkan air tanah. Pasalnya, kata Santika, air tanah atau akuifer perlu dijaga karena eksploitasi secara berlebihan dapat berdampak terhadap penurunan muka tanah.

“Kalau akuifer kita eksploitasi terus, kita sedot, yang terjadi seperti DKI Jakarta. Apa? Land subsidence, permukaan tanahnya turun,” kata Santika.

Dia menambahkan, PAM Jaya tidak mengambil air dari air tanah, melainkan mengolah air permukaan sebagai sumber air baku.

Sementara itu, untuk kawasan komersial dan elite di Jakarta seperti Sudirman-Thamrin, SCBD, hingga KBN, sebagian besar sudah menjadi pelanggan PAM Jaya. Namun, masih terdapat kawasan yang menggunakan kombinasi air perpipaan dan sumur dalam.

“Contoh misalkan satu kawasan tertentu mereka juga masih menggunakan sumur dalam. Mereka masih mem-balancing antara menggunakan sumur dalam dengan air perpipaan,” kata Santika.

 

Komentar
Share13Tweet8SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

No Content Available
Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In