• Latest
  • Trending
China Laporkan Kasus Pertama Flu Burung H10N3 pada Manusia

2 Juta Warga RI Berobat ke Luar Negeri Habiskan R150 T

BNPB Hormati OTT KPK, Dorong Asas Praduga Tak Bersalah

TNI Hormati KPK Usut Keterlibatan 2 Prajuritnya dalam Kasus BNPB

Gibran Apresiasi Karya Mahasiswa Rompi Anti Tantrum

Survei Capres, Gibran Masuk Empat Besar

Parlemen Malaysia Tegur Prabowo Pakai Bahasa Jawa Kasar

Parlemen Malaysia Tegur Prabowo Pakai Bahasa Jawa Kasar

Lawan Corona, ADB Hibah Indonesia USD 3 Juta

ADB Yakin RI Bisa Keluar dari Middle Income Trap

Hari ini Lalin Bundaran HI  Dialihkan ke Patung Kuda

Jakarta Raih Investasi Nasional Terbanyak Rp249,3 Triliun

Ada Ancaman Keamanan, Wapres Gibran Mendadak Batal ke Yahukimo Papua

Relawan Tolak Usulan Pemakzulan Wapres Gibran, Kirim Surat Audensi ke DPR

1.191 Situs Pialang Berjangka Ilegal Diblokir

RI 1: Indonesia Tak Gentar Hadapi Tekanan MSCI

Alasan Prabowo Pertahankan Kabinet Gemuk

Alasan Prabowo Pertahankan Kabinet Gemuk

Prabowo: Prestasi 2 Tahun Pemerintah Perlu Kita Banggakan Tidak Boleh Sombong

Prabowo: Ikuti Garis Politik Jokowi

Prabowo: Prestasi 2 Tahun Pemerintah Perlu Kita Banggakan Tidak Boleh Sombong

Prabowo: Prestasi 2 Tahun Pemerintah Perlu Kita Banggakan Tidak Boleh Sombong

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

KPK Bocorksn Isi Surat ke Panglima TNI Keterlibatan Prajurit Aktif di Kasus BNPB

Cadangan Devisa September 2019 Setara 7,2 Bulan Impor

Sah! BI Tahan Suku Bunga di Level 5,75 Persen untuk Jaga Stabilitas Rupiah

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Oktober 22, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

2 Juta Warga RI Berobat ke Luar Negeri Habiskan R150 T

by Aspek
Oktober 22, 2026
in BERITA TERBARU, LIFESTYLE
China Laporkan Kasus Pertama Flu Burung H10N3 pada Manusia

Ilustrasi.

 

ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan selama ini terdapat potensi devisa Rp150 triliun yang keluar. Hal ini terjadi karena masyarakat Indonesia memilih berobat di luar negeri.

Angka ini didapatkan berdasarkan asumsi terdapat 2 juta pasien yang berobat ke luar negeri. Dalam hal ini, rata-rata pengeluaran untuk pengobatan dan perawatan kesehatan itu mencapai Rp75 juta per pasien. Airlangga mengatakan pemerintah membidik devisa tersebut supaya bisa masuk ke kas negara melalui kawasan ekonomi khusus (KEK) di sektor kesehatan.

BacaJuga

TNI Hormati KPK Usut Keterlibatan 2 Prajuritnya dalam Kasus BNPB

Survei Capres, Gibran Masuk Empat Besar

Parlemen Malaysia Tegur Prabowo Pakai Bahasa Jawa Kasar

ADB Yakin RI Bisa Keluar dari Middle Income Trap

Jakarta Raih Investasi Nasional Terbanyak Rp249,3 Triliun

Relawan Tolak Usulan Pemakzulan Wapres Gibran, Kirim Surat Audensi ke DPR

 

“Ini punya potensi untuk substitusi kepada orang Indonesia yang berobat di luar negeri, itu pengeluarannya sekitar Rp150 triliun. Ini yang bisa kita substitusi dengan KEK yang ada,” ujar Airlangga, Rabu (21/10/2026).

 

Indonesia memiliki tiga kawasan ekonomi khusus sektor kesehatan. Misalnya, kawasan ekonomi khusus Sanur; kawasan ekonomi khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten; dan kawasan ekonomi khusus pariwisata dan kesehatan internasional Batam.

 

Dalam kaitan itu, pemerintah juga menargetkan penerimaan devisa 200 triliun melalui upaya menarik 1,25 juta pasien internasional. Angka ini dengan asumsi rata-rata pengeluaran pengobatan sebesar Rp160 juta per pasien. Untuk mencapai sasaran tersebut, kawasan ekonomi khusus Sanur menyasar sejumlah pasar internasional potensial. Misalnya, Australia, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Jepang, negara-negara Eropa dan Amerika Utara, negara-negara ASEAN lainnya, serta kawasan Timur Tengah.

 

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan terdapat tiga dampak dari pengembangan kawasan ekonomi khusus di sektor kesehatan.

Pertama, dampak untuk layanan kesehatan. Melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus di sektor kesehatan, pelaku usaha bisa mendatangkan fasilitas kesehatan yang bertaraf internasional.

Kedua, investasi di bidang industri kesehatan. Menurutnya, pemerintah akan mengundang investor untuk memproduksi alat kesehatan dan obat-obatan yang sebelumnya tidak diproduksi di dalam negeri. Ketiga, peralihan pengetahuan.

 

“Kita sudah menerbitkan surat izin praktik untuk dokter asing di wilayah kawasan ekonomi khusus. Dengan begitu peralihan pengetahuan dari dokter asing bisa pindah ke dokter kita. Sehingga nantinya dokter kita bisa mandiri melakukan pelayanan sama seperti pelayanan yang ada bertaraf internasional,” ujar Dante.

 

 

Komentar
Share8Tweet5SendShareShare1Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Jokowi: Setiap Tahun 1 Juta WNI Berobat ke Malaysia

Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Iriana Joko Widodo meresmikan Mayapada Hospital Bandung yang berlokasi di Jalan Terusan Buah Batu No....

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In