ASPEK.ID, BANDA ACEH – Calon jemaah haji asal Aceh tahun 2026 datang dari rentang usia yang sangat beragam. Yang tertua tercatat berusia 101 tahun, sementara yang termuda masih 15 tahun.
Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh, Arijal, menyebut jemaah tertua bernama Ramlah yang berasal dari Desa Blang, Kota Langsa. Ia tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 4.
Sementara itu, jemaah termuda adalah Muhammad Alfaruq Addawami, warga Uning Gelime, Kabupaten Bener Meriah, yang masuk dalam kloter 14.
“Tahun ini calon jemaah tertua yaitu 101 tahun dari Kota Langsa, dan termuda 15 tahun dari Bener Meriah,” ujar Arijal, Rabu (22/4).
Menurutnya, perbedaan usia yang cukup jauh ini mencerminkan keberagaman jemaah haji Aceh, mulai dari remaja hingga lanjut usia, yang tetap memiliki semangat untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
Secara keseluruhan, jumlah calon jemaah haji Aceh tahun ini mencapai 5.426 orang. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan jemaah cadangan sekitar 30 persen atau sekitar 1.500 orang.
“Kita siapkan cadangan sekitar 30 persen atau kisaran 1.500 orang supaya kalau ada yang meninggal dunia, sakit, atau menunda keberangkatan, kursi tidak kosong dan langsung diisi oleh cadangan,” kata Arijal.
Ia menambahkan, terdapat sejumlah jemaah yang menunda keberangkatan tahun ini. Alasannya beragam, mulai dari kondisi kesehatan hingga dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November lalu.
“Ada yang menunda karena sakit, meninggal dunia, atau terdampak banjir. Ada juga karena alasan ekonomi. Semuanya kita ganti dengan jemaah cadangan,” ujarnya.
Adapun keberangkatan kloter pertama dijadwalkan pada 6 Mei 2026, dengan para jemaah mulai masuk Asrama Haji Embarkasi Aceh sehari sebelumnya, yakni 5 Mei. Sementara kloter terakhir atau kloter 14 akan diberangkatkan pada 20 Mei 2026. []























