ASPEK.ID, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat masih ada enam perusahaan yang sedang berada dalam antrean penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Perusahaan-perusahaan tersebut berasal dari berbagai sektor dengan nilai aset yang berbeda-beda.
Mengacu pada data pipeline IPO BEI per 25 September 2026, klasifikasi aset calon emiten tersebut menggunakan acuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.
Dari enam perusahaan yang tengah bersiap melantai di bursa, dua di antaranya merupakan perusahaan berskala kecil dengan aset di bawah Rp 50 miliar. Kemudian, dua perusahaan lainnya memiliki aset menengah, yakni berkisar Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar.
Sementara itu, dua perusahaan sisanya masuk kategori perusahaan berskala besar karena memiliki aset lebih dari Rp 250 miliar.
“Hingga saat ini terdapat enam perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” demikian keterangan BEI dalam data Pipeline IPO yang dikutip pada Minggu (27/9/2026).
Jika dilihat dari sektor usahanya, perusahaan yang masuk antrean IPO didominasi sektor kesehatan. Rinciannya, tiga perusahaan berasal dari sektor healthcare, dua perusahaan bergerak di sektor energi, dan satu perusahaan berasal dari sektor industrials.
Di sisi lain, aktivitas IPO sepanjang 2026 juga terus berjalan. Hingga 25 September 2026, BEI mencatat sudah ada tujuh perusahaan yang resmi mencatatkan saham perdana di pasar modal.
Dari tujuh emiten tersebut, total dana yang berhasil dihimpun melalui penawaran umum perdana saham mencapai sekitar Rp 2,16 triliun. Angka itu menjadi bagian dari penghimpunan dana perusahaan yang memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan tahun ini. []















