ASPEK.ID, BANDUNG – Operasi pencarian dan evakuasi korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, telah memasuki hari ke-10. Hingga saat ini, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 80 kantong jenazah dari lokasi terdampak longsor.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir, mengatakan proses pencarian tetap dilanjutkan karena belum seluruh jenazah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
“Pencarian tetap dilanjutkan karena belum semua mayat diidentifikasi, karena bisa saja dua kantung itu satu identitas,” kata Sekda Ade Zakir di Bandung, Senin (2/2).
Ia menegaskan, data sementara mencatat jumlah warga sipil yang menjadi korban longsor sebanyak 80 orang. Namun demikian, angka tersebut masih bersifat dinamis dan terus diperbarui seiring perkembangan hasil identifikasi dari tim DVI.
“Tadi kantong jenazah mencapai 80, tapi yang teridentifikasi warga kan belum tentu 80. Jadi catatan kita warga itu 80, kita fokus data warga, mencocokkan data dari DVI,” ujarnya.
Sementara itu, Tim DVI Polda Jawa Barat melaporkan telah berhasil mengidentifikasi 58 jenazah dari total 80 kantong jenazah yang diterima dari tim SAR gabungan.
“Pada hari kesepuluh ini kami telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 58 jenazah,” katanya.
Tim DVI saat ini masih melanjutkan proses identifikasi terhadap jenazah yang belum terkonfirmasi melalui tahapan rekonsiliasi data, baik dengan membandingkan data post-mortem maupun ante-mortem.
“Untuk selanjutnya, dari sisa jenazah yang ada kami melaksanakan kegiatan rekonsiliasi berkaitan dengan proses identifikasi yang sudah dilakukan, baik pembandingan data post-mortem maupun ante-mortem,” katanya. []
























