• Latest
  • Trending
Capital Inflow Indonesia Rp4,37 Triliun, Kepercayaan Global Meningkat

Capital Inflow Indonesia Rp4,37 Triliun, Kepercayaan Global Meningkat

Prabowo: Indonesia akan Bangkit, Tak Ada yang Bisa Membendung

Prabowo Ajak Rakyat Berdoa Terkait Erupsi Gunung Anak Krakatau

AP II Optimis Pulihkan Bisnis Bandara

Penutupan Soetta Diperpanjang Hingga 23.59 WIB

Malaysia Putuskan Bergabung dengan BRICS

PM Malaysia Anwar Ibrahim HP Jokowi, Ini yang Dibicarakan

32 Kloter Penerbangan Garuda Saat Pemulangan Jemaah Haji Delay, Paling Parah 12 Jam

Dampak Abu Anak Krakatau, Jemaah Umrah Tertunda ke Baitullah

Aturan Baru Penerbangan Dalam Negeri saat Pandemi

Bandara Soetta Ditutup Hingga 17.30 WIB

Sekolah Belajar Tatap Muka dengan Kapasitas 100% Dimulai Hari Ini

Gubernur Jakarta Pramono Minta Warga Terapkan 5M Hadapi Abu Vulkanik

Jokowi Kenang Rachmat Gobel Sosok Menteri yang Baik dan Pekerja Keras

Di Penang, Jokowi Ingatkan Pemimpin untuk Memahami Rakyat

Aturan Baru Penerbangan Dalam Negeri saat Pandemi

Bandara Soetta Ditutup Hingga Pukul 13.30 WIB

Aturan Baru Penerbangan Dalam Negeri saat Pandemi

InJourney Siapkan Hotel dan Bus untuk Penumpang Terdampak Gangguan Penerbangan Abu Vulkanik

PM Timor Leste Xanana Terima Gelar Doktor HC

PM Timor Leste Xanana Terima Gelar Doktor HC

AP II Optimis Pulihkan Bisnis Bandara

Bandara Soetta Ditutup Hingga 09.30 WIB

Survei Median: Sekolah Rakyat Dapat Respons Positif Publik

Survei Median: Sekolah Rakyat Dapat Respons Positif Publik

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, September 7, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Capital Inflow Indonesia Rp4,37 Triliun, Kepercayaan Global Meningkat

by REDAKSI
April 23, 2020
in EKONOMI
Capital Inflow Indonesia Rp4,37 Triliun, Kepercayaan Global Meningkat

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan bahwa Indonesia mendapat capital inflow asing berupa pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dan saham sebesar Rp4,37 triliun periode 13 hingga 20 April 2020.

“Terjadi inflow asing dari non resident ke Indonesia berupa SBN dan saham sebesar Rp4,37 triliun dari 13 hingga 20 April,” ungkapnya saat menyampaikan informasi Ekonomi Terkini secara virtual pada Rabu, (22/04) di Jakarta.

Namun, pada saham masih terjadi outflow sebesar Rp2,8 triliun, sehingga netto Rp1,57 triliun.

BacaJuga

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 30.000, Jadi Rp 2,64 Juta/Gram

Pabrik BYD di Subang Serap 20 Ribu Tenaga Kerja Lokal

Prabowo Tawarkan 138 Blok Migas ke Rusia

RUPSLB Bank Aceh Berhentikan Syahrul dari Direktur Operasional

BPS Jelaskan Perbedaan Garis Kemiskinan Bank Dunia dan Indonesia

IHSG Berakhir di Zona Merah, Ditutup di Level 6.595

Meskipun demikian, pembelian ini menunjukkan kepercayaan global terhadap ekonomi Indonesia, khususnya investasi pendapatan tetap atau SBN, meningkat.

“Hal ini menunjukkan confidence asing terhadap Indonesia, khususnya investasi fixed income atau SBN berangsur-angsur meningkat,” tegasnya.

Menurutnya, faktor-faktor yang mempengaruhi adalah pertama dari imbal hasil, investasi SBN Indonesia cukup menarik. Contohnya, selisih yield spread (suku bunga) obligasi Pemerintah Indonesia bertenor sama-sama 10 tahun dengan treasury Amerika sebesar 7,1% atau 713 basis poin. Contoh lainnya, suku bunga riil setelah dikurangi inflasi, sebesar 4,6%. Suku bunga tersebut cukup tinggi bila dibandingkan dengan Meksiko, India, maupun negara Asia lainnya.

Kedua, premi resiko lebih rendah. Salah satu indikatornya adalah volatility index fixed dimana sebelum terjadi COVID-19 sebesar 18,8, pada puncaknya di pertengahan bulan Maret 83,2 dan terakhir 43,8. Ini artinya kepanikan pasar keuangan global menurun. 

“Imbal hasil dan premi resiko yang rendah adalah dua indikator, investor mau berinvestasi pada obligasi pemerintah,” pungkasnya. 

Komentar
Share16Tweet10SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Prabowo: Indonesia akan Bangkit, Tak Ada yang Bisa Membendung

Prabowo Ajak Rakyat Berdoa Terkait Erupsi Gunung Anak Krakatau

  ASPEK.ID, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengajak masyarakat untuk memanjatkan doa agar semua orang mendapat perlindungan dari Allah SWT...

AP II Optimis Pulihkan Bisnis Bandara

Penutupan Soetta Diperpanjang Hingga 23.59 WIB

  ASPEK.ID, BANTEN- Penutupan sementara penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali diperpanjang hingga Minggu (6/9/2026) pukul 23.59 WIB. Perpanjangan penutupan...

Malaysia Putuskan Bergabung dengan BRICS

PM Malaysia Anwar Ibrahim HP Jokowi, Ini yang Dibicarakan

ASPEK.ID, JAKARTA - Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menelepon Presiden ke-7 Republik Joko Widodo (Jokowi) pada Minggu (6/9/2026) pagi....

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In