ASPEK.ID, BANTEN – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten masih ditutup sementara akibat dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9/2026).
Berdasarkan pembaruan Notice to Airmen (NOTAM) yang diterbitkan AirNav Indonesia melalui Unit Pelayanan Informasi Aeronautika, penutupan Bandara Soekarno-Hatta diperpanjang hingga pukul 17.30 WIB.
Pembaruan tersebut tercantum dalam NOTAM A3348/26, yang sekaligus menggantikan NOTAM sebelumnya, yakni A3346/26.
Bahaya abu vulkanik bagi penerbangan Abu vulkanik menjadi salah satu bahaya serius bagi penerbangan karena partikelnya terdiri atas material batuan, mineral, dan kaca vulkanik yang keras serta abrasif.
Menurut Lembaga Survei Geologi AS (USGS), abu vulkanik yang masuk ke atmosfer dapat terbawa angin hingga ratusan kilometer dari sumber erupsi. Konsentrasi abu yang tinggi dapat mengurangi jarak pandang, merusak sistem kendali dan instrumen pesawat, hingga menyebabkan mesin jet kehilangan daya. Risiko terbesar muncul ketika abu terhisap ke dalam mesin jet. USGS menjelaskan, material silikat dalam abu vulkanik memiliki titik leleh yang lebih rendah dibandingkan temperatur operasi mesin jet modern.
Partikel abu yang masuk ke mesin dapat meleleh dan kemudian menempel kembali pada bagian mesin yang lebih dingin. Kondisi tersebut dapat mengganggu kinerja mesin, memicu compressor stall, bahkan menyebabkan hilangnya daya dorong.
Lembaga Penerbangan Federal AS (FAA) juga menegaskan, menghindari pertemuan dengan awan abu vulkanik merupakan langkah utama dalam operasi penerbangan














