ASPEK.ID, JAKARTA – Penunjukan Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan banyak menjadi perbincangan, akibat latar belakang sang menteri yang bukan berasal dari kalangan medis atau bukan dokter.
Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Dia sedikit banyak berurusan dengan kesehatan selama pandemi Covid-19 melanda Tanah Air, karena dia juga mengemban amanah sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN).
Menteri BUMN Periode 2011-2014 Dahlan Iskan menyebut bahwa tugas utama Menkes saat ini adalah negosiasi dengan pabrik vaksin Covid-19.
Pertama adalah soal jumlah vaksin, kemudian yang kedua adalah soal harga dan yang ketiga terkait logistic vaksin Covid-19 itu sendiri.
“Pengadaan vaksin untuk kita sangat berat, apalgi ada tekanan waktu. Belum lagi menjaganya dari campur tangan berbagai pihak,” kata Dahlan Iskan di laman Disway, Jumat (25/12).
Sementara itu Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) yang juga Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa tugas vaksinasi Covid-19 bisa selesai dalam waktu 8-9 bulan.
Hal ini dikatakan Erick Thohir yang juga Menteri BUMN itu, jika semua pihak saling bergotong royong dan berkoordinasi.
“Dari database yang saya juga bisa bagi (sharing), kalau kita bisa berkoordinasi dan bergotong royong, kita mampu kurang lebih menyuntik 13-15 juta orang untuk per bulan. Jadi kalau kita ditugaskan untuk melakukan vaksinasi 75 juta orang, Insya Allah 8-9 bulan tugas ini selesai,” ujar Erick dalam seminar daring di Jakarta, Selasa (1/12) lalu.
Ia berharap masyarakat yang ekonominya mampu untuk masuk ke dalam program vaksin mandiri. Dalam melakukan vaksinasi sesuai Perpres 99 tahun 2020, tentu Kementerian BUMN mendapatkan tugas dari pemerintah untuk melakukan vaksin mandiri sesuai dengan tupoksi yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Ada dua macam vaksin yang akan dilakukan pemerintah yakni vaksin bantuan pemerintah dan vaksin mandiri.
Untuk detail vaksin bantuan pemerintah, Kemenkes yang memang memiliki domain untuk menjelaskan secara detail tetapi sekarang memang diutamakan untuk tenaga kesehatan, tenaga yang langsung berdampak ke publik, dan memang rakyat yang termiskin.
“Memang untuk yang mandiri sementara ini untuk tahap awal kami ditugaskan untuk bekerja sama dengan pihak-pihak yang saat ini ekonominya lebih baik dan mampu,” ujarnya.























