ASPEK.ID, JAKARTA – Di tengah polemik tingginya biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) di sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN), Universitas Muhammadiyah (UM) Maumere di Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki kebijakan yang cukup unik. Kampus tersebut memperbolehkan mahasiswa membayar biaya kuliah menggunakan hasil bumi atau komoditas pertanian.
Kebijakan ini ditujukan untuk membantu mahasiswa yang berasal dari keluarga petani, nelayan, maupun masyarakat dengan keterbatasan ekonomi agar tetap bisa mengenyam pendidikan tinggi.
Dikutip dari Muhammadiyah.or.id, Rektor Universitas Muhammadiyah Maumere Erwin Prasetyo mengatakan sistem pembayaran menggunakan hasil bumi sudah lama diterapkan di kampus tersebut.
“Itu (bayar kuliah dengan hasil bumi) sudah lama kami terapkan di Universitas Muhammadiyah Maumere,” kata Erwin Prasetyo dalam keterangannya yang dikutip pada Jumat (5/6).
Selain menerima pembayaran dengan hasil panen, UM Maumere juga menawarkan skema pembayaran kuliah secara mencicil hingga enam tahun atau sebanyak 72 kali cicilan bulanan.
“Cicilan itu tanpa bunga,” kata Erwin.
Menurutnya, jangka waktu enam tahun tersebut dirancang untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa menyelesaikan studi dalam empat tahun, lalu mulai bekerja dan melunasi kewajiban kuliah secara bertahap.
Meski demikian, sebelum pembayaran kuliah lunas, pihak kampus hanya memberikan fotokopi ijazah kepada lulusan untuk membantu mereka mencari pekerjaan.
Sekilas tentang UM Maumere
Berdasarkan informasi dari laman resmi unimof.ac.id, Universitas Muhammadiyah Maumere berdiri pada 2013 dan memiliki dua fakultas.
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) memiliki delapan program studi, yakni Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Kimia, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Bahasa Inggris.
Sementara itu, Fakultas Sains dan Bisnis menaungi tiga program studi, yaitu Informatika, Bisnis Digital, dan Administrasi Kesehatan.
Seluruh program studi di kampus yang berada di Kabupaten Sikka, NTT, tersebut telah mengantongi akreditasi B.
Besaran biaya kuliah UM Maumere
Dilansir dari Pedoman Penerimaan Mahasiswa Baru periode 2023/2024 Unimof, berikut rincian pembayaran biaya studi di UM Maumere tahun ajaran 2023/2024.
Biaya semester I: Rp3.500.000 (Satuan Biaya Pendidikan) ditambah Rp2.000.000 (biaya pembangunan) menjadi total Rp5.500.000;
Biaya semester II: Rp3.500.000;
Biaya semester III: Rp3.500.000;
Biaya semester IV: Rp3.500.000;
Biaya semester V: Rp3.500.000;
Biaya semester VI: Rp3.500.000;
Biaya semester VII: Rp3.500.000;
Biaya semester VIII: Rp3.500.000.
Satuan Biaya Pendidikan (SBP) yang dibayarkan, termasuk biaya SPP, SKS, magang, KKN, skripsi, jas almamater, serta biaya ujian.
Selain itu, Universitas Muhammadiyah Maumere juga menerima beasiswa KIP (Kartu Indonesia Pintar) dan beasiswa LazisMu. Mereka juga memberikan kemudahan tambahan dengan menawarkan potongan biaya kuliah bagi para pendaftar. []
























