• Latest
  • Trending
Akhirnya, Corina Pulang Kampung

Akhirnya, Corina Pulang Kampung

Haji Isam Dikabarkan Mau Ambil Alih Saham BYAN

Prabowo Tunjuk Haji Isam  Pimpin Operasi Karhutla Kalsel

Investasi di IKN Bebas Pajak hingga 200 Persen

Investasi di IKN Bebas Pajak hingga 200 Persen

Catat Tanda Awal Kerusakan Hati

6,7 Juta Orang Indonesia Sakit Hepatitis B

Butik Emas Logam Mulia Surabaya 1 Pindah Alamat

Pemerintah Luruskan Istilah “Emas di Bawah Bantal” Bukan Simpanan Fisik

Akhirnya, Corina Pulang Kampung

Pendiri Taman Safari Indonesia: Selamatkan Harimau  Dibutuhkan Rantai Makanan

Kebakaran Hutan 2019 Bikin Indonesia Rugi Rp 72 Triliun

Prabowo Instruksikan Pengerahan 3 Batalyon TNI dan 6 Helikopter Water Bombing di Kalbar

BRI Salurkan Rp2,4 Juta Bantuan Produktif Usaha Mikro

BI Ungkap Rahasia UMKM Lokal Tembus Pasar Global

Kasal: Asap Karhutla di Kalsel Tak Separah yang Ramai di Media Sosial

Kasal: Asap Karhutla di Kalsel Tak Separah yang Ramai di Media Sosial

Prabowo Instruksikan Pembentukan Tim Khusus Atasi Banjir Jabodetabek

Pemerintah Selidiki 4 Korporasi soal Karhutla Kalbar, Prabowo Minta Tindak Tegas

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, 12 Pesawat Terlambat

BNPB: 8.900 Hektare Lahan Terbakar di Kalimantan Selatan

Direktur Vale Indonesia Budiawansyah Mundur

Direktur Vale Indonesia Budiawansyah Mundur

Gempa M7,7 Guncang NTT, Dua Warg Meninggal Dunia di Sikka

Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 87 Orang, Pengungsi Tembus 150.576 Jiwa

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Agustus 23, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Akhirnya, Corina Pulang Kampung

by Zamzami Ali
Januari 3, 2021
in BERITA UTAMA, NEWS
Akhirnya, Corina Pulang Kampung

Harimau Sumatera bernama Corina. [Antara Foto/FB Anggoro]

ASPEK.ID, JAKARTA – Tubuhnya lemas, salah satu kakinya mengalami luka parah akibat terjebak jerat baja dan nyaris tak dapat digerakkan. Beberapa hari ia berjuang sendiri melepaskan jerat itu di belantara kawasan hutan tanaman industri di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Perjuangannya berakhir dengan kedatangan serombongan orang yang menyelamatkannya. Corina, begitulah nama yang kemudian diberikan pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau.

Harimau betina berumur tiga tahun yang nyaris mati akibat luka parah di kaki kanan depannya pada 29 Maret 2020. Saat itu seluruh dunia baru mulai perang global terhadap virus corona yang kemudian menjadi pandemi.

BacaJuga

Prabowo Tunjuk Haji Isam  Pimpin Operasi Karhutla Kalsel

6,7 Juta Orang Indonesia Sakit Hepatitis B

Pemerintah Luruskan Istilah “Emas di Bawah Bantal” Bukan Simpanan Fisik

Pendiri Taman Safari Indonesia: Selamatkan Harimau  Dibutuhkan Rantai Makanan

Prabowo Instruksikan Pengerahan 3 Batalyon TNI dan 6 Helikopter Water Bombing di Kalbar

BI Ungkap Rahasia UMKM Lokal Tembus Pasar Global

Satwa bernama latin Panthera tigris sumatrae ini mengalami luka cukup dalam. Tulang kakinya cedera akibat jerat baja merusak semua susunan syaraf di kakinya.

Ia pun dibawa BKSDA Riau ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra Dharmasraya (PRHSD), Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatra Barat, melalui jalur darat selama 19 jam untuk menjalani perawatan dan rehabilitasi.

Selama delapan bulan masa pemulihan, perkembangan Corina dipantau oleh tim khusus dipimpin Saruedi Simamora, dokter hewan dari PRHSD. Tim khusus mengawasi setiap perkembangan Corina termasuk mengecek kondisi luka setelah diobati.

Harimau yang mendiami hutan tropis di Pelalawan ini mampu beradaptasi dengan proses kesembuhannya. Corina pun senang berendam di bak air yang telah disiapkan di kandang perawatan.

Ia diperlakukan sangat khusus bahkan kandangnya pun diberi lampu untuk penghangat serta diberi penutup untuk mengusir cuaca dingin di kawasan PRHSD.

Pada bulan-bulan pertama di dalam PRHSD, Corina dirawat secara intensif dalam kandang karantina dan kembali harus berjuang agar tetap bisa bertahan hidup di habitatnya kelak.

Umumnya luka jerat pada harimau tidak selamanya bisa disembuhkan dan tak jarang mereka harus diamputasi kakinya untuk menyelamatkan satwa buas ini. Meski awalnya terpincang-pincang, satwa karnivora ini akhirnya dapat berjalan seperti semula.

Ia mulai dipindahkan ke kandang enklosur untuk diobservasi terhadap perilaku dan kemampuannya dalam menangkap mangsa yang diberikan para perawat kandang. Proses pemulihan berjalan sesuai rencana karena Corina kembali terlihat sehat dan bugar.

Berat badannya meningkat hingga mencapai 89 kilogram. Kemampuan dan insting berburu Corina pun perlahan pulih.

Sifat liar Corina mulai muncul kembali. Dokter Saruedi bercerita bahwa Corina rajin menjilati lukanya untuk dibersihkan dan merupakan upaya alami dari satwa liar ini untuk sembuh.

Selagi Corina menjalani masa pemulihan, satu tim lainnya dipimpin Satyawan Pudyatmoko dari Universitas Gajah Mada mulai memantau hutan bakal rumah baru bagi Corina.

Harimau merupakan satwa penjelajah di mana setiap satu individu memerlukan ruang jelajah seluas 10.000 hektare. Berdasarkan data Population Viability Analysis (PVA) disebutkan bahwa hingga 2018, populasi harimau sumatera di alam tidak lebih dari 600 ekor.  

Bersama timnya, guru besar ilmu kehutanan Fakultas Kehutanan UGM ini melakukan observasi dan evaluasi terhadap wilayah hutan hujan di sebagian Sumatera yang cocok sebagai rumah baru Corina. Tak kurang dari 700 ribu ha lahan hutan sudah mereka pantau kelayakannya sebelum dimasuki lagi oleh Corina.

Kajian habitat yang dilakukan tim Satyawan meliputi aspek ketersediaan satwa mangsa bagi Corina, dukungan ekologi, sumber air yang cukup serta aspek sosial masyarakat dan aspek hutan endemik bagi harimau sumatera. 

Pelepasliaran Corina

Sebuah kawasan sejuk di hutan alam Semenanjung Kampar, Riau dipilih sebagai habitat baru Corina. Lokasi dinilai cocok karena memiliki cukup sumber pakan dan tutupan vegetasi masih alami.

Hari yang dinanti itu tiba ketika pada Minggu (20/12/2020), sebuah kandang baja telah dipersiapkan untuk membawa Corina menuju rumah barunya. Corina pun akhirnya bisa kembali pulang ke kampungnya, hutan hujan Sumatra.

Perlakuan khusus kembali diterima Corina ketika ia tak lagi diangkut menggunakan jalur darat. Kali ini sebuah helikopter siap membawanya langsung menuju habitat barunya.

Corina juga dipasangkan sebuah alat canggih bernama GPS Collar yang dililitkan di lehernya. Alat berbasis satelit ini bertujuan untuk memantau pergerakannya di alam liar selama 24 jam.

Pemantauannya dilakukan melalui aplikasi Africa Wildlife Tracking (AWT) dengan umur baterai hingga dua tahun. Baterai jika sudah mati akan lepas secara otomatis pada Oktober 2022 nanti.

Menurut Kepala BKSDA Riau, Suharyono, Corina adalah harimau Sumatera keempat yang dilepasliarkan dari PRHSD setelah sebelumnya ada Bonita, Atan Bintang, dan Bujang Ribut.

Sementara itu menurut Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup Wiratno, selain berharap bahwa Corina bisa berkembang dengan baik di habitat barunya, pelepasliaran ini merupakan upaya konservasi pemerintah untuk terus menjaga kelestarian satwa endemik Pulau Sumatra ini.

Selama kurun 2016-2020 pemerintah telah beberapa kali melakukan upaya penyelamatan harimau-harimau sumatra yang terjebak jerat baja. Pada 2020, selain Corina ada harimau bernama Enim yang terjerat di Muara Enim, Sumatra Selatan, pada 21 Januari 2020.

Ia saat ini menjalani rehabilitasi di Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), sebuah pusat konservasi alam seluas 45.000 ha di Kabupaten Lampung Barat, Lampung. Tak hanya Enim yang berhasil diselamatkan pada awal 2020.

Masih ada Dara, seekor harimau sumatera betina yang nyaris mati karena terjerat perangkap pemburu liar di kawasan hutan di Kota Subulussalam, Aceh, 6 Maret 2020.

Berikutnya ada Batua, harimau sumatra yang terjerat di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung pada 2 Juli 2019. Ia masih menjalani perawatan di Taman Satwa Lembah Hijau Lampung. Seekor harimau sumatera yang dinamai Sopi Rantang ikut diselamatkan di Kabupaten Agam, Sumbar pada 18 April 2018.

Beberapa bulan kemudian atau tepatnya pada 28 Agustus 2018, lagi-lagi seekor harimau sumatera jantan, Bujang Ribut, ditemukan terjerat di Lubuk Kilangan, Padang, Sumbar. (Indonesia.go.id)

Komentar
Share16Tweet10SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Akhirnya, Corina Pulang Kampung

Pendiri Taman Safari Indonesia: Selamatkan Harimau  Dibutuhkan Rantai Makanan

    ASPEK.ID, BOGOR -  Pendiri Taman Safari Indonesia (TSI) Tony Sumampau menekankan pentingnya pemahaman publik terhadap rantai makanan harimau...

Indonesia Lampaui Target Komitmen Penurunan Emisi Karbon

Indonesia Lampaui Target Komitmen Penurunan Emisi Karbon

Presiden Jokowi menerima kunjungan Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia Andreas Bjelland Eriksen beserta delegasi di Istana Merdeka, Jakarta, pada...

Jokowi Pamer Konservasi Mangrove pada Kepala Negara & Delegasi KTT WWF

Jokowi Pamer Konservasi Mangrove pada Kepala Negara & Delegasi KTT WWF

Presiden Jokowi mengajak para kepala negara dan delegasi berkunjung ke Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Bali, Senin (20/05/2024) usai...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In