ASPEK.ID, BANYUWANGI – Sejak beberapa hari terakhir, abu vulkanik akibat letusan Gunung Raung menghujani sejumlah wilayah di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Aktivitas vulkanik gunung setinggi 3.332 meter itu tidak banyak perubahan. Petugas PPGA Raung mencatat adanya tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 3-20 MM (dominan 6 MM).
Sejak Rabu (20/1) Gunung Raung mengalami letusan dan selanjutnya pada Kamis (21/1), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan aktivitas vulkanik Gunung Raung dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada).
Bandara Banyuwangi di Jawa Timur pun terpaksa ditutup sementara akibat dari adanya sebaran abu vulkanik, karena berisiko bagi keselamatan penerbangan.
“Kami menerima notice to airmen dari Airnav Indonesia untuk penutupan sementara,” kata Executive General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) KC Bandara Banyuwangi Cin Asmoro dalam keterangannya, Minggu (7/2).
Sebelumnya berdasarkan hasil observasi, abu vulkanik Gunung Raung disebut telah mencapai Bandar Udara Banyuwangi.
“Data dari BMKG, arah semburan abunya mengarah ke timur, ke daerah bandara, didukung paper test yang hasilnya positif juga. Jadi kami laporkan ini otoritas bandara wilayah 3 Surabaya, diambil keputusan bandara kami tutup mulai sekitar pukul 8:30 WIB pagi tadi,” katanya.
Pada Minggu pagi, Bandara Banyuwangi masih beroperasi, dan bandara masih melayani penerbangan pesawat komersil Citilink dari Surabaya, dan lanjut ke Denpasar, serta Citilink rute Jakarta-Banyuwangi.
“Pagi tadi jadwal penerbangan masih normal. Dari Surabaya ada Citilink yang lanjut ke Ngurah Rai. Namun, setelah itu yang terganggu. Citilink rute Jakarta yang jadwal berangkat dari Banyuwangi pukul 08:10 WIB hari ini delay, menunggu perkembangan kondisi sebaran abu,” ujarnya.
Hari ini Bandara Banyuwangi melayani 5 rute penerbangan, yakni Citilink dari Surabaya menuju Denpasar (PP), lalu ada tiga penerbangan rute Jakarta Bandara Soekarno Hatta (CGK)-Banyuwangi (BWX) pulang pergi yang dilayani oleh tiga maskapai, yitu Citilink, Garuda Indonesia dan Batik Air.
“Citilink rute Jakarta yang masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Seharusnya terbang tadi pagi, namun karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk sementara posisinya delay. Sampai sekarang belum ada keputusan pembatalan penerbangan dari pihak maskapai, Citilink masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Kami juga terus memantau paper test per 30 menit melihat perkembangan sebaran abu,” ungkapnya.
Ia menjelaskan ada tiga pesawat komersial menyatakan telah membatalkan operasi di Bandara Banyuwangi, yakni Garuda Indonesia dan Batik Air, dengan rute Jakarta (CGK)-Banyuwangi (BWX) untuk Minggu (7/2) ini, dan Citilink rute Denpasar-Banyuwangi-Surabaya.
Hingga saat ini pihaknya masih menunggu kabar terbaru terkait penutupan bandara, apakah dilakukan sampai Senin (8/2) besok atau tidak.














