ASPEK. ID, SINGAPURA – Menteri Energi, Perdagangan dan Industri Singapura, Tan See Leng, menyatakan pihaknya bakal menempuh upaya hukum, jika ada pelanggaran kontrak dalam proses pengurangan gas alam dari Indonesia.
Menurut dia, berdasar informasi dari Otoritas Pasar Energi Singapura (Energy Market Authority/EMA), pasokan gas alam dari Indonesia memang dikurangi. Perdana Menteri (PM) Singapura, Lawrence Wong, disebut telah menyampaikan informasi yang sama.
“Anda semua pasti telah memperhatikan bahwa EMA telah mengkonfirmasi pengurangan pasokan gas alam dari Indonesia, PM juga telah membicarakan hal ini sebelumnya,” kata Tan See Leng dikutip dari laman kementerian (METI), Senin (26/10/2026).
Tan See Leng menyatakan pasokan gas Singapura dilindungi kontrak komersial antara Gas Supply Pte Ltd (GSPL) dan pemasok dari Indonesia. Ia berharap kontrak tersebut dipatuhi kedua negara.
Kata dia, GSPL bakal menghubungi pihak pemasok gas alam dari Indonesia soal ketentuan pengiriman gas alam itu. Jika ada pelanggaran kontrak, pihak Pemerintah Singapura disebut akan menempuh jalur hukum.
“GSPL akan menghubungi pemasoknya untuk menentukan apakah ada pelanggaran kontrak, dan jika demikian, akan menempuh upaya hukum komersial yang tercantum dalam kontrak,” urainya.
Tan See Leng menyatakan, pengurangan pasokan gas alam itu secara total berjumlah 17 miliar British therman unit (BBUTD) per hari atau selama 18 hari.
Meski demikian, ia berujar, pengurangan pasokan gas alam dari Indonesia tidak berpengaruh besar. Singapura disebut masih memiliki pasokan gas yang cukup.
“Pengurangan pasokan sebesar 17 BBTUD ini kurang dari 2 persen dari kebutuhan gas sektor pembangkit listrik kita per hari. Kita memiliki gas pengganti yang cukup dari sumber lain, termasuk LNG,” tuturnya dikutip dari Tirto.
Ia menamabahkan Singapura masih memiliki sejumlah langkah untuk mengatasi pengurangan pasokan tersebut.
Beberapa di antaranya, yakni mendiversifikasi sumber gas alam dari seluruh dunia; mempertahankan fasilitas LNG siaga; dan memastikan bahwa Singapura GasCo siap mengimpor lebih banyak LNG saat dibutuhkan.
Tan See Leng menyampaikan, perusahaan pembangkit listrik Singapura juga diharuskan untuk menjaga cadangan diesel yang cukup untuk mengantisipasi gangguan pasokan gas yang lebih besar.
“Dalam jangka menengah, kami sedang membangun terminal LNG kedua, dan melakukan diversifikasi bauran energi kami,” sebut dia.
“Jadi saya ingin mendesak warga Singapura untuk tetap tenang dan teruskan,” lanjutnya.
















