• Latest
  • Trending

Stafsus Presiden: Arah Perekonomian RI Kian Positif

 100 Sekolah Rakyat Beroperasi pada Akhir Agustus

Seskab Teddy: 265 Sekolah Rakyat Jadi Harapan Bagi 45 Ribu Anak Jalanan

Perusahaan Tommy Soeharto IPO September

Singapura Akan Gugat RI Bila Ada Pelanggaran Kontrak Gas

Warga Kalimantan Sujud Syukur Saat Hujan Setelah 5 Bulan Kemarau

Warga Kalimantan Sujud Syukur Saat Hujan Setelah 5 Bulan Kemarau

22 Napi Tipikor Berpotensi Bebas, Ada OC Kaligis, Setnov hingga Sejumlah Kepala Daerah

KPK Usul Aset Pejabat yang Tak Tercantum di LHKPN Bisa Dirampas

Rupiah Bangkit di Tengah Gejolak Global, BI Ungkap Kuncinya

Senin ini Rupiah Diprediksi Loyo Karena Faktor ini

Wali Kota New York Pasang Semprotan Air di Toilet sebagai Ganti Tisu

Wali Kota New York Pasang Semprotan Air di Toilet sebagai Ganti Tisu

OTT KPK, Wahyu Setiawan Berharta Rp 12,8 Miliar

Komisioner KPU-Bawaslu Diusulkan Ditambah

Hari ini Lalin Bundaran HI  Dialihkan ke Patung Kuda

Gubernur DKI Renovasi Bundaran HI hingga Semanggi Tanpa APBD

Tiga Alarm yang Menguji Keseriusan Negara

NASA Beri Peringatan Khusus Karthula di Ri

Bank Emas Mau Berdiri, Ini Analisa Pengamat

Warga Dunia Simpan Emas di Singapura Sebanyak 800 Ton

Anggota VI BPK RI Fathan Subchi Wafat dalam Usia 56 Tahun

Anggota VI BPK RI Fathan Subchi Wafat dalam Usia 56 Tahun

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Stafsus Presiden: Arah Perekonomian RI Kian Positif

by Zamzami Ali
Mei 5, 2021
in EKONOMI

ASPEK.ID, JAKARTA – Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal II, III dan IV pada tahun ini akan berbalik ke zona positif.

Arif menyebutkan, ekonomi Indonesia tahun 2021 secara akumulasi, akan tumbuh positif dibandingkan tahun 2020 lalu,.

Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang kuartal I-2021 masih mengalami kontraksi 0,74 persen secara tahunan (year on year/yoy).

BacaJuga

Di Harvard University, JK Sebut Empat Tekanan Ekonomi RI

Kajian INDEF: Tiga Jalur Guncangan Global Mengancam Ekonomi Indonesia

Prabowo: Filosofi Ekonomi Indonesia Sudah Melenceng dari UUD 1945

Survei Kadin: Minat Pengusaha Berinvestasi Semakin Melemah

Menko Airlangga Bantah Rencana Pemerintah Bagikan HP Gratis ke Warga

Gubernur Jakarta Gratiskan Transportasi Umum Bagi Pencari Kerja di 2027

“Meskipun masih terkontraksi, tren kegiatan ekonomi sudah di zona positif, mengingat level kontraksi terus mengecil sejak kuartal II 2020 yang sebesar -5,32 persen (yoy), kuartal III 2020 yang sebesar -3,49 persen (yoy), dan kuartal IV 2020 yang sebesar -2,19 persen (yoy),” jelas Arif dilansir Antara di Jakarta, Rabu (5/5).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun, kata Arif, optimistis perekonomian Indonesia akan kembali tumbuh positif pada kuartal II dan kuartal berikutnya di tahun ini.

Untuk memastikan pemulihan ekonomi tercapai, kata Arif, penanganan pandemi COVID-19 harus dilakukan sesuai protokol kesehatan untuk mempertahankan tren penurunan kasus aktif COVID-19.

Protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan tidak boleh diabaikan.

“Jangan mudik, belanja lebih baik secara online,” ujarnya.

Pemerintah, ujar Arif, juga akan terus meningkatkan realisasi vakinasi COVID-19.

“Presiden juga sudah meminta kepala daerah benar-benar mampu meningkatkan investasi swasta di daerahnya agar lapangan kerja ikut tercipta,” ujarnya.

Dengan kerjasama yang solid dari berbagai pihak tersebut, ujar Arif, maka konsumsi masyarakat dapat tumbuh tinggi tanpa kembali terganggu dengan pengetatan pembatasan sosial.

Begitu juga dengan pembangunan yang akan terus berjalan dan mendatangkan investasi. Selain itu belanja pemerintah juga akan ekspansif melalui berbagai program Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang pada 2021 ini mencapai Rp699,43 triliun.

Dengan begitu, kata Arif, target pertumbuhan ekonomi positif pada kuartal II-2021 dapat kita capai. Di sisi lain, Arif mengharapkan faktor eksternal juga dapat mendorong penguatan ekonomi Indonesia.

“Beberapa negara mitra dagang utama Indonesia seperti China, pertumbuhan ekonominya 18,3 persen, Amerika Serikat sebesar 0,4 persen, dan Singapura sebesar 0,2 persen sudah memasuki fase pertumbuhan positif. Ini diyakini bisa memperkuat permintaan ekspor Indonesia ke negara-negara tersebut,” jelasnya.

Namun, Arif juga mengingatkan mitra dagang lain seperti India justru mengalami pemburukan dalam kasus pandemi COVID-19 sehingga bisa mempengaruhi perdagangannya dengan Indonesia.

“Negara-negara utama di Uni Eropa juga masih mengalami pertumbuhan yang negatif. Sehingga pemerintah masih mencermati perkembangan dan melakukan langkah-langkah antisipasi yang diperlukan,” imbuhnya.

Komentar
Share14Tweet9SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Daily Economic Review: Profitabilitas Bank-Bank Besar Dianggap Masih Cukup Baik

Ekonomi Indonesia Triwulan I-2024 Tumbuh Hingga 5,11 Persen

Presiden Jokowi meresmikan Indonesia Digital Test House (IDTH) di Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi (BBPPT) di Kota Depok, Provinsi Jawa...

Jadi Klaster Covid-19, 52 Kantor di Jakarta Ditutup

IMF Akui Indonesia Berhasil Jaga Stabilitas Ekonomi di Tengah Pandemi

Dana Moneter Internasional (IMF) menilai Indonesia berhasil menjaga stabilitas ekonomi dan sektor keuangan di tengah pandemi, didukung oleh kinerja makroekonomi...

Inflasi Indonesia Sangat Rendah Dibandingkan Negara Maju

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan tingkat inflasi Indonesia masih tergolong sangat rendah dibandingkan negara maju. “Tahun lalu kita mengalami...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In