• Latest
  • Trending
Masyarakat Sumatera Barat Mulai Nikmati B30

Ekonom: 3 Poin Dampak Naik BBM

Kader PSI Minta Jokowi jadi Ketum PSI

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Bogor di Sentul International

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

Warga Tiongkok, Myanmar, Thailand, & Malaysia Terlibat di Pabrik Sabu di Aceh

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Faktor BNPB Belum Rekomendasi Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Kemenag Akan Ajak Pegawai Bersarung dan Berpeci

Kemenag Akan Ajak Pegawai Bersarung dan Berpeci

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla

Parlemen Malaysia Tegur Prabowo Pakai Bahasa Jawa Kasar

Intelektual Dukung Prabowo Copot Menteri Haji

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

DPR: Apresiasi Kepemimpinan Kapolri Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Ketamin

Polda Metro Jaya Panggil Dandhy Terkait Kasus Film Pesta Babi

Polda Metro Jaya Panggil Dandhy Terkait Kasus Film Pesta Babi

Tiga Alarm yang Menguji Keseriusan Negara

10 Relawan Gugur saat Padamkan Karhutla

Jimly Asshiddiqie: Alex Noerdin Bukan Orang Jahat

Eks Ketua MK: Polemik Ijazah Gibran Hanya Habis Waktu dan Energi, Publik Harus Rasional

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Oktober 25, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Ekonom: 3 Poin Dampak Naik BBM

by Aspek
September 4, 2022
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, EKONOMI, NEWS
Masyarakat Sumatera Barat Mulai Nikmati B30

Ilustrasi terminal BBM Teluk Kabung di Padang, Sumatera Barat. [Dok. PT Pertamina]

Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Faisal Rachman mengungkapkan tiga poin penting atau dampak naiknya harga Pertalite, Solar, dan Pertamax terhadap Outlook Ekonomi 2022.

Pemerintah memutuskan untuk melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax dimana kebijakan ini mulai berlaku sejak Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB.

BacaJuga

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Bogor di Sentul International

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Warga Tiongkok, Myanmar, Thailand, & Malaysia Terlibat di Pabrik Sabu di Aceh

Faktor BNPB Belum Rekomendasi Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Kemenag Akan Ajak Pegawai Bersarung dan Berpeci

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla

Adapun harga Pertalite naik menjadi Rp10.000 per liter, dari harga sebelumnya Rp7.650 per liter. Lalu, Solar subsidi naik menjadi Rp6.800 per liter dari Rp5.150 per liter.

Kemudian, harga Pertamax non subsidi naik menjadi Rp14.500 per liter dari Rp12.500 per liter. Kebijakan tersebut dilakukan akibat subsidi energi yang membengkak hingga mencapai Rp502,4 triliun atau meningkat Rp349,9 triliun dari anggaran awal sebesar Rp152,1 triliun guna menahan lonjakan energi di masyarakat.

Faisal mengungkapkan, adanya penyesuaian harga BBM tentu saja akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi, inflasi dan suku bunga acuan.

Berikut poin penting yang disampaikan Faisal.

Pertama’,diprediksi pangkas pertumbuhan ekonomi hingga 0,33 ppt Faisal menyampaikan, hingga semester 1/2022, ekonomi Indonesia mampu tumbuh sebesar 5,23 persen. Ini didukung oleh naiknya mobilitas setelah pelonggaran PPKM, bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah, dan kinerja ekspor yang tinggi di tengah naiknya harga komoditas unggulan. “Dengan demikian, kami masih melihat ekonomi Indonesia masih dapat tumbuh di kisaran 5 persen secara full-year pada tahun 2022 ini,” katanya dalam keterangan resmi, Minggu (4/9/2022).

Ikedus, nflasi diprediksi berada pada kisaran 6,27 persen pada akhir 2022 Naiknya ketiga jenis BBM sudah pasti akan mengerek inflasi. Berdasarkan perhitungan BMRI, kenaikan harga Pertalite sebesar 30,72 persen dan Pertamax sebesar 16,00 persen tersebut secara total akan menyumbang inflasi sebesar 1,35 ppt.

Sementara itu, kenaikan harga Solar sebesar 32,04 persen akan berkontribusi sebesar 0,17 ppt pada tingkat inflasi. “Hitungan ini sudah memperhitungkan first round impact atau dampak kenaikan harga ketiga jenis BBM tersebut secara langsung, dan second round impact atau dampak lanjutan pada inflasi seperti naiknya harga jasa transportasi, distribusi, hingga kenaikan sebagian harga barang dan jasa lainnya pula,” jelasnya.

Berdasarkan perhitungan tersebut, BMRI memproyeksikan inflasi pada akhir 2022 pada kisaran  6,27 persen, atau lebih tinggi dari angka proyeksi awal mereka yang sebesar 4,60 persen. Sementara itu, inflasi inti diperkirakan akan berada pada kisaran 4,35 persen hingga akhir tahun ini.

Faisal memberikan catatan. Sebagaimana diketahui, hanya terdapat empat bulan berjalan di sisa  2022 ini sehingga dampak dari second round impact masih akan berlanjut pada tahun 2023, terutama pada semester pertama.

Hal tersebut, lanjut Faisal, disebabkan adanya kondisi sticky price atau harga beberapa barang dan jasa yang cenderung lambat terhadap penyesuaian harga.

Oleh sebab itu, BMRI melihat inflasi pada 2023 berpotensi akan berada pada kisaran 3,50 persen hingga 4,00 persen.

Ketiga, Bank Indonesia (BI) diprediksi naikkan BI7DRRR sebesar maksimal 100 bps pada sisa 2022 Faisal mengatakan, kenaikan inflasi umum ke kisaran 6,27 persen tahun ini dan inflasi inti ke atas target range akan mendorong BI untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI7DRRR sebesar maksimal maksimal 100 bps ke 4,75 persen pada sisa 2022. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan asumsi awal BMRI yang sebesar 50  bps ke 4,25 persen sebelum adanya kenaikan BBM bersubsidi.

Faisal melihat, kenaikan inflasi yang berlanjut ke semester I/2022 juga bakal membuka peluang BI untuk melanjutkan kenaikan suku bunga acuan pada awal 2023.

Komentar
Share36Tweet23SendShareShare6Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Dirut Pertamina Tinjau Langsung Distribusi BBM di Bali

Dirut Pertamina Tinjau Langsung Distribusi BBM di Bali

ASPEK.ID, BALI- Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, kembali turun langsung meninjau penanganan distribusi BBM di lapangan bersama Gubernur Bali,...

Pertamina Tambah Titik Operasional BBM Satu Harga di NTB

Solusi Antrean BBM di Bali, Pertamina Tambah Armada dan Personel

ASPEK.ID, JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga memperkuat distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Bali dengan menyiagakan 108 mobil tangki...

Pertamina Patra Niaga Terus Dorong Penggunaan Energi yang Lebih Baik

Dirut Pertamina Ungkap Penyebab Antrean BBM di SPBU Bali

    ASPEK.ID, JAKARTA  - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyebutkan sejumlah penyebab antrean panjang pengisian BBM...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In