Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai, saat ini, pariwisata Pulau Bali masih belum ramah terhadap wisatawan muslim.
Hal ini merespon ajakan Menteri Pariwisata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan wisata di dalam negeri menghadapi ancaman resesi global 2023. Bali merupakan destinasi favorit bagi turis domestik maupun asing.
“Sektor pariwisata di Bali sejatinya belum ramah terhadap wisatawan muslim,” kata Tulus dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat (14/10/2022).
Indikasinya, lanjut Tulus, masih minim ketersediaan tempat ibadah baik masjid maupun mushala. Padahal, tempat ibadah merupakan syarat utama bagi wisatawan Muslim. Ketersediaan restoran halal berskala besar di Pulau Dewata juga masih terbatas. Padahal, wisatawan domestik mayoritas beragam Islam.
“Seharusnya ini menjadi concern Menteri Pariwisata dan Pemda setempat,” ajak Tulus.
YLKI mendesak Kemenparekraf dan Pemda setempat untuk menyiapkan infrastruktur pendukung wisatawan muslim. Hal ini demi meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di kancah global.
“Jangan kalah sama Jepang yang menyediakan mobile mosque untuk memfasilitasi wisatawan Muslim,” tutupnya.
























