• Latest
  • Trending
Inflasi Naik 0,28 Persen

Ekonom: Prediksi Inflasi RI Bisa 6%

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Alasan Investor Global Lirik RI

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

Cadangan Devisa September 2019 Setara 7,2 Bulan Impor

BI : :Efek MSCI Meluas, Asing Keluar dari Saham

Jusuf Kalla: 10 Orang Kaya, 1 Muslim

Jusuf Kalla: Saya Justru Bela Jokowi

Kader PSI Minta Jokowi jadi Ketum PSI

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Bogor di Sentul International

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

Warga Tiongkok, Myanmar, Thailand, & Malaysia Terlibat di Pabrik Sabu di Aceh

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Faktor BNPB Belum Rekomendasi Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Kemenag Akan Ajak Pegawai Bersarung dan Berpeci

Kemenag Akan Ajak Pegawai Bersarung dan Berpeci

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla

Parlemen Malaysia Tegur Prabowo Pakai Bahasa Jawa Kasar

Intelektual Dukung Prabowo Copot Menteri Haji

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Oktober 25, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Ekonom: Prediksi Inflasi RI Bisa 6%

by Aspek
November 2, 2022
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, EKONOMI, NEWS
Inflasi Naik 0,28 Persen

Ilustrasi.

Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Faisal Rachman memperkirakan inflasi tahunan akan tetap tinggi hingga semester I/2023, di mana inflasi berada di sekitar 5-6 persen (year-on-year/yoy). Tingkat inflasi yang tinggi tersebut salah satunya sebagai dampak dari penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan pemerintah pada awal September lalu.

Faisal menyampaikan dampak kenaikan harga BBM bersubsidi tidak hanya berdampak pada first round effect terhadap harga BBM dan tarif jasa transportasi, tetapi juga second round effect terhadap barang dan jasa lainnya, khususnya melalui biaya jasa distribusi.

BacaJuga

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

BI : :Efek MSCI Meluas, Asing Keluar dari Saham

Jusuf Kalla: Saya Justru Bela Jokowi

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Bogor di Sentul International

“Ini berarti inflasi utama dan inti dapat memanas secara signifikan setelah kenaikan untuk beberapa periode ke depan,” kata Faisal dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (1/11/2022).

Secara keseluruhan, Bank Mandiri memprediksi tingkat inflasi akan mencapai 6,27 persen hingga akhir 2022 dan menurun ke 4,02 persen pada akhir 2022.  Mandiri juga merevisi perkiraan  BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) mereka menjadi 5,50 persen pada akhir 2022 dan menjadi 5,75 persen pada akhir 2023.

BPS  melaporkan, tingkat inflasi Indonesia pada Oktober 2022 secara tahunan tercatat sebesar 5,71 persen (yoy) dan secara bulanan sebesar 1,66 persen.

“Pada Oktober 2022 terjadi inflasi 5,71 persen dibandingkan tahun lalu [yoy],” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam keterangan resmi, Selasa (1/11/022).

Dia mengatakan penyumbang inflasi tertinggi secara tahunan, antara lain harga BBM, tarif angkutan dalam kota, beras, solar, tarif angkutan antar kota, tarif kendaraan online dan bahan bakar rumah tangga.  

Pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM per 3 September 2022. Dengan adanya penyesuaian tersebut, harga Pertalite naik 30,72 persen, Solar naik 32,04 persen dan Pertamax naik 16 persen.

Komentar
Share16Tweet10SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Dirut Pertamina Tinjau Langsung Distribusi BBM di Bali

Dirut Pertamina Tinjau Langsung Distribusi BBM di Bali

ASPEK.ID, BALI- Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, kembali turun langsung meninjau penanganan distribusi BBM di lapangan bersama Gubernur Bali,...

Pertamina Tambah Titik Operasional BBM Satu Harga di NTB

Solusi Antrean BBM di Bali, Pertamina Tambah Armada dan Personel

ASPEK.ID, JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga memperkuat distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Bali dengan menyiagakan 108 mobil tangki...

Pertamina Patra Niaga Terus Dorong Penggunaan Energi yang Lebih Baik

Dirut Pertamina Ungkap Penyebab Antrean BBM di SPBU Bali

    ASPEK.ID, JAKARTA  - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyebutkan sejumlah penyebab antrean panjang pengisian BBM...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In