Permainan latto-latto kembali viral. Tak hanya dimainkan oleh anak-anak, permainan ini belakangan juga digandrungi oleh orang dewasa di Indonesia. Fenomena permainan latto-latto mendadak banyak ditemui di lorong-lorong komplek, sudut-sudut kota, ataupun di pedesaan.
Latto-latto merupakan mainan berbentuk dua bola yang dikaitkan dengan seutas tali. Cara bermainnya yakni dengan menggunakan sebelah tangan yang ditarik ke atas. Dari ketukan antara dua bola tersebut menghasilkan bunyi ‘tak tok tak tok tak tok’.
Banyak anak sudah sangat lihai bermain permainan ini. Ketukan yang mengeluarkan bunyi senada semakin membuat anak-anak bersemangat dalam bermain latto-latto. Sementara di Kota Kendari, permainan ini disebut dengan nama yang berbeda yakni katto-katto.
Kedua istilah ini berasal dari bahasa daerah yang memiliki makna benda menghasilkan bunyi dari ketukan. Permainan ini bisa didapatkan dengan mudah ditemui di pedagang-pedagang kaki lima. Bahkan, mainan viral ini sudah dijual di platform penjualan online dengan harga mulai Rp5 ribuan. Toko-toko online itu menjual mainan tersebut menggunakan kata kunci ‘latto-latto viral’.
Permainan ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1960-an dan berasal dari Amerika Serikat yang memiliki nama Click Clacks atau disebut juga Clackers Balls Toy. Bentuk permainan Click Clacks dengan latto-latto ini sangat mirip, yang membedakan hanyalah bahannya. Mainan versi Amerika Serikat itu menggunakan bahan tali yang cukup tebal, sementara di Indonesia menggunakan tali yang sedikit tipis. Cara bermainnya pun sama, yakni menggerak-gerakkan tangan ke atas sampai akhirnya dua bola saling berketukan dan menghasilkan bunyi. Bahkan, jika sudah mahir memainkannya, latto-latto bisa dibunyikan dengan berbagai macam gaya.
Permainan satu ini ditarik dari peredaran di pasar Amerika Serikat dan Kanada. Pasalnya ada laporan soal anak-anak yang terluka saat bermain mainan tersebut. Permainan yang cukup berat terbuat dari plastic akrilik keras dan bergerak cepat, membuat bola terkadang pecah saat saling bertabrakan. Sehingga Calckers ini kembali didesain ulang di tahun 1990-an dengan menggunakan plastic modern yang tidak akan pecah.
Pada pegangannya, terdapat dua segitiga berlawanan yang berayun bebas dan bola pemberat di ujung Clackers.
























