• Latest
  • Trending
Nestapa Anak di Daycare Aresha: Lebam sampai Dikunci di Kamar Mandi

Daycare Little Aresha Jogja Tak Berizin, KPAI Minta Tutup Permanen

Qodari Buka Suara Usai Dirumorkan Tinggalkan KSP

Qodari Buka Suara Usai Dirumorkan Tinggalkan KSP

Jumhur Hidayat Benarkan Bakal Jadi Menteri Prabowo

Jumhur Hidayat Benarkan Bakal Jadi Menteri Prabowo

Bukan Longsor! Ini Penyebab Tol Padang Tiji-Seulimeum Sempat Macet Panjang

Bukan Longsor! Ini Penyebab Tol Padang Tiji-Seulimeum Sempat Macet Panjang

Reshuffle Hari ini, Sejumlah Nama Digadang Masuk Kabinet

Reshuffle Hari ini, Sejumlah Nama Digadang Masuk Kabinet

Jelang 100 Hari, Begini Penilaian Prabowo Terhadap Kabinetnya

Prabowo Dikabarkan Lantik Sejumlah Pejabat Sore Ini

Gading Gajah yang Hilang di Aceh Tenggara Masih Jadi Misteri

‎JGN Desak Pemerintah Realisasi Turunan Qanun Satwa Liar di Aceh

72 Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan MBG

Siswi SD di NTT Tulis Surat ke Prabowo soal MBG

Nestapa Anak di Daycare Aresha: Lebam sampai Dikunci di Kamar Mandi

Besok, Pemkot Razia Besar-besaran Seluruh Daycare di Yogyakarta

Kronologi Penembakan di Washington Hilton yang Dihadiri Donald Trump

Kronologi Penembakan di Washington Hilton yang Dihadiri Donald Trump

Nestapa Anak di Daycare Aresha: Lebam sampai Dikunci di Kamar Mandi

Polisi Tetapkan 13 Tersangka Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha Yogya

47 Dapur MBG Disetop, BGN Temukan Roti Berjamur hingga Lauk Basi

Irma Soroti Dugaan ‘Main Mata’ Korwil BGN di Balik SPPG Tak Standar

Nestapa Anak di Daycare Aresha: Lebam sampai Dikunci di Kamar Mandi

Fakta Baru Daycare Aresha: 53 Anak Diduga Jadi Korban, Ada yang Diikat

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, April 27, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Daycare Little Aresha Jogja Tak Berizin, KPAI Minta Tutup Permanen

by Muhammad Fadhil
April 27, 2026
in BERITA TERBARU, NEWS
Nestapa Anak di Daycare Aresha: Lebam sampai Dikunci di Kamar Mandi

Tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha yang terletak di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, viral usai digerebek aparat kepolisian. Penggerebekan tersebut terjadi lantaran adanya dugaan penganiayaan kepada balita yang dititipkan di daycare tersebut. (Serly Putri Jumbadi/detikJogja)

ASPEK.ID, YOGYAKARTA – Kasus dugaan kekerasan di daycare Little Aresha, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, terus bergulir. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengungkapkan tempat penitipan anak tersebut tidak mengantongi izin operasional.

“Seperti yang kemarin terjadi kan tidak ada izin ya, hanya ada yayasannya, tapi tidak ada izinnya. Izin sebagai TPA (tempat penitipan anak), izin sebagai PAUD atau TK itu tidak ada,” terang Hasto, Senin (27/4).

Hasto menegaskan, Pemerintah Kota Yogyakarta akan melakukan penyisiran atau sweeping terhadap seluruh tempat penitipan anak guna mencegah kejadian serupa.

BacaJuga

Qodari Buka Suara Usai Dirumorkan Tinggalkan KSP

Jumhur Hidayat Benarkan Bakal Jadi Menteri Prabowo

Bukan Longsor! Ini Penyebab Tol Padang Tiji-Seulimeum Sempat Macet Panjang

Reshuffle Hari ini, Sejumlah Nama Digadang Masuk Kabinet

Prabowo Dikabarkan Lantik Sejumlah Pejabat Sore Ini

‎JGN Desak Pemerintah Realisasi Turunan Qanun Satwa Liar di Aceh

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Kami akan men-sweeping tempat-tempat yang menyelenggarakan penitipan anak di Kota Jogja,” jelas Hasto.

Ia menambahkan, setiap lembaga penitipan anak sejatinya wajib melalui prosedur ketat sebelum beroperasi. Mulai dari verifikasi, visitasi, hingga pengecekan standar fasilitas seperti dapur dan kamar mandi.

“Sebetulnya sudah ada SOP-nya, ada protapnya ketika dia itu melakukan perizinan, biasanya kita melakukan verifikasi, visitasi, kemudian kita cek standarnya. Termasuk dapur, tempat mandi seperti apa itu sudah ada standarnya semua. Kalau tidak berizin tentu kita tidak tahu. Makanya, nanti perlu kita sweeping,” imbuhnya.

Di sisi lain, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta agar daycare tersebut ditutup permanen. KPAI juga mendorong perlindungan terhadap keluarga korban.

“KPAI berharap ada perlindungan dari LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) karena ada beberapa keluarga anak korban yang didatangi orang tidak dikenal. Dan tentu saja KPAI berharap agar daycare ini ditutup permanen,” ujar Komisioner KPAI Diyah Puspitarini, Senin (27/4).

KPAI juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan daycare di Yogyakarta, termasuk pendataan izin serta pembinaan terhadap pengelola.

“Beberapa daycare bermasalah yang ditangani KPAI memang mereka beroperasi untuk orientasi bisnis saja dengan tidak mengindahkan aturan apalagi izin pendirian. Dan biasanya daycare seperti ini juga abai dengan masyarakat sekitar, tidak izin tokoh masyarakat atau perangkat desa. Kalau menurut aturan pendirian harus seizin dinas pendidikan setempat dan pemerintah kota/kabupaten setempat,” terang Diyah.

Lebih jauh, KPAI menilai dugaan kekerasan di daycare tersebut bersifat sistematis dan telah berlangsung cukup lama.

“Artinya seolah ada SOP bahwa anak-anak pada jam tertentu mendapatkan perlakuan kaki atau tangan diikat dan orang tua tidak boleh melihat langsung, serta dilakukan masif oleh pengasuh maka seolah sudah ada instruksi demikian. Maka perlu ditelusuri sampai pada pimpinan dan pemilik yayasan, karena kejadian ini sudah agak lama, berulang dan intens,” sambungnya.

Kasus ini terungkap setelah polisi menggerebek lokasi pada Jumat (24/4). Saat penggerebekan, petugas menemukan sejumlah anak dalam kondisi terikat.

Mayoritas korban diketahui berusia di bawah dua tahun. Polisi turut mengamankan 30 orang dalam operasi tersebut.

Setelah pemeriksaan, sebanyak 13 orang ditetapkan sebagai tersangka, mulai dari pimpinan yayasan hingga pengasuh.

“Jadi, sampai malam ini tadi melaksanakan gelar perkara setelah itu menetapkan 13 orang tersangka sementara,” kata Kapolresta Jogja Kombes Eva Guna Pandia, Sabtu (25/4).

Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik kasus tersebut. Total ada 53 anak yang terdata sebagai korban. []

Komentar
Share9Tweet6SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Qodari Buka Suara Usai Dirumorkan Tinggalkan KSP

Qodari Buka Suara Usai Dirumorkan Tinggalkan KSP

ASPEK.ID, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan melantik sejumlah kepala lembaga dan pejabat negara di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin...

Jumhur Hidayat Benarkan Bakal Jadi Menteri Prabowo

Jumhur Hidayat Benarkan Bakal Jadi Menteri Prabowo

ASPEK.ID, JAKARTA - Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Mohammad Jumhur Hidayat, membenarkan kabar dirinya akan dilantik menjadi...

Bukan Longsor! Ini Penyebab Tol Padang Tiji-Seulimeum Sempat Macet Panjang

Bukan Longsor! Ini Penyebab Tol Padang Tiji-Seulimeum Sempat Macet Panjang

ASPEK.ID, BANDA ACEH - Ruas Tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) Seksi 1 Padang Tiji-Seulimeum sempat mengalami kemacetan akibat material tanah yang...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Hari ini, Sejumlah Nama Digadang Masuk Kabinet

Reshuffle Hari ini, Sejumlah Nama Digadang Masuk Kabinet

Jumhur Hidayat Benarkan Bakal Jadi Menteri Prabowo

Jumhur Hidayat Benarkan Bakal Jadi Menteri Prabowo

Profil Harry Budi Sidharta yang Kini Jadi Wakil Direktur Utama PT Timah

Profil Harry Budi Sidharta yang Kini Jadi Wakil Direktur Utama PT Timah

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Qodari Buka Suara Usai Dirumorkan Tinggalkan KSP

Qodari Buka Suara Usai Dirumorkan Tinggalkan KSP

Jumhur Hidayat Benarkan Bakal Jadi Menteri Prabowo

Jumhur Hidayat Benarkan Bakal Jadi Menteri Prabowo

Bukan Longsor! Ini Penyebab Tol Padang Tiji-Seulimeum Sempat Macet Panjang

Bukan Longsor! Ini Penyebab Tol Padang Tiji-Seulimeum Sempat Macet Panjang

Reshuffle Hari ini, Sejumlah Nama Digadang Masuk Kabinet

Reshuffle Hari ini, Sejumlah Nama Digadang Masuk Kabinet

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In