Oleh: Amir Faisal Nek Muhammad
(Founder Perfekto untuk Indonesia)
BULAN ini sepak bola Indonesia akan memiliki seorang nakhoda baru untuk memimpin PSSI. Pemilihan Ketua Umum PSSI ini sangat teramat penting untuk keberlanjutan sepak bola Indonesia, mengingat berbagai problematika sepak bola nasional yang tak kunjung selesai, mulai dari profesionalitas hingga prestasi yang tak kunjung membaik.
Kondisi saat ini bukan hanya menjadi pertarungan para calon yang maju, melainkan akan sangat menentukan kondisi dan arah sepak bola tanah air.
Sepak bola nasional perlu segera untuk diselamatkan, sebagai pecinta sepak bola tanah air, kita sangat tau kondisi saat ini sangatlah genting, jika berbagai persoalan sepak bola tidak segera dibenahi maka sepak bola nasional bisa bermuara ke mati suri atau berjalan dengan “brutal”.
Sebagai penikmat sepak bola, kita pasti tidak ingin menyaksikan sepak bola yang bar-bar dan brutal atau malah kompetisi yang tidak jelas, yang tiba-tiba dihentikan. Bukan hanya para suporter atau penonton yang kecewa, para pemilik dan pengelola klub yang telah berinvestasi pasti juga akan mengalami kerugian.
Sehingga visi Erick Thohir mewujudkan sepak bola Indonesia yang profesional ini harus didukung oleh semua pihak, karena tanpa profesionalitas maka harapan mewujudkan sepak bola yang berprestasi dan menghidupkan industri sepak bola hanya akan menjadi mimpi di siang bolong.
Salah satu harapan terakhir sepak bola tanah air saat ini ada pada Erick Thohir, yang merupakan seorang pengusaha, menteri dengan kinerja yang totalitas dan track record di dunia sepak bola yang telah teruji.
Publik menaruh harapan besar pada Erick Thohir, harapan publik ini terlihat dari hasil survei, persepsi di media sosial dan opini tokoh serta pelaku sepak bola, sejumlah percakapan mengenai sepak bola mengarah ke Erick Thohir. Opini publik ini terbentuk karena sosok Erick Thohir dengan rekam jejaknya diyakini bisa membenahi sepak bola Indonesia menjadi lebih baik, profesional dan menjadikan sepak bola sebagai industri dan prestasi untuk bangsa Indonesia.
Berulang kali Erick Thohir mengatakan bahwa membenahi sepak bola Indonesia harus memiliki nyali. Kata nyali yang diutarakan Erick Thohir ini tersirat sebuah pesan khusus bahwa ia ingin membersihkan tangan-tangan kotor dari sepak bola tanah air.
Kita sangat sepakat, butuh nyali yang besar untuk membenahi sepak bola saat ini, bukan hanya membenahi tapi butuh revolusi total pada sepak bola nasional.
“Sudah banyak teori dalam perbaikan sepak bola Indonesia, itu banyak teori, banyak teori banyak konsep. Sebenarnya yang harus kita lakukan adalah kita bernyali, bernyali untuk sepak bola yang bersih dan juga sepakbola yang berprestasi. Itu yang terpenting,” kata Erick Thohir saat mendaftarkan berkas ke PSSI.
Sepak bola nasional butuh sosok yang mampu mengeksekusi, bukan hanya sebatas wacana dan rencana belaka, inilah mengapa Erick Thohir dibutuhkan untuk memperbaiki sepak bola.
Erick Thohir telah terbukti mampu menyelamatkan Inter Milan dari persoalan keuangan, menyelenggarakan Piala Presiden dengan profesional dan berhasil mentransformasi BUMN sehingga berkontribusi besar bagi masyarakat dan negara.
Selain menjadi industri, sepak bola juga harus menjadi sarana hiburan masyarakat, namun bagaimana bisa menjadi sarana hiburan jika sepak bola menampilkan wajah yang begitu horor, seperti tawuran suporter, perkelahian pemain hingga pengoroyokan wasit sehingga nyawa pun menjadi taruhan dalam sepak bola.
Oleh karena itu target Erick Thohir menerapkan teknologi dalam sepak bola patut diapresiasi, seperti penerapan video assistant referee (VAR) di Liga 1, tentu akan mengurangi perselisihan paham yang berakibat pada perkelahian hingga bentrokan. Jadi siapapun yang terpilih nantinya seyogyanya bisa mengadopsi target Erick Thohir ini.
Kita juga sangat mendukung target Erick Thohir yang akan membuat blue print persepakbolaan untuk 100 tahun ke depan. Hal ini menjadi sangat penting untuk menentukan arah sepak bola tanah air, dengan adanya kerangka kerja terperinci sebagai landasan dalam pembuatan kebijakan akan membimbing Indonesia untuk terus melangkah secara konsisten ke arah yang tepat dalam membangun sepak bola yang baik.
Momentum KLB PSSI ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk memperbaiki sepak bola tanah air, harapan terakhir sepak bola Indonesia juga ada pada 87 voter atau pemilik suara. Pada suara merekalah yang akan menentukan arah sepak bola Indonesia.























