Kemenkeu mulai pekan ini memeriksa 69 pegawai berharta tak wajar. Pemanggilan ditargetkan selesai seluruhnya dalam dua minggu ke depan.
Hal itu dikatakan Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Awan Nurmawan Nuh, Selasa (7/3/2023). Pemanggilan dalam rangka klarifikasi dan pemeriksaan.
“Mulai Senin ini sudah kita lakukan pemanggilan (69 pegawai harta tak wajar) untuk dilakukan klarifikasi dan pemeriksaan. Targetnya kita selesaikan dalam 2 minggu ini,” kata Awan dikutip dari detik.
Sebelumnya Awan menyatakan ada 69 pegawai Kemenkeu yang hartanya terindikasi bermasalah. Hal ini diketahui dari ketidaksesuaian jumlah harta dengan profil risiko pegawai yang bersangkutan.
Ada 33 pegawai yang LHKPN tahun 2019-nya tidak sesuai dan 36 pegawai sisanya LHKPN tahun 2020-nya tidak sesuai. Awan mengaku sudah mengantongi nama-nama pegawai tersebut.
“69 yang tidak clear itu akan kita panggil, ini bagian dari menelaah risiko, akan kita panggil klarifikasi dan periksa kalau ada indikasi fraud tingkat risiko tinggi akan kita investigasi,” ujar Awan dalam konferensi pers, Rabu (1/3/2023).















