• Latest
  • Trending
Urus Bencana, Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi

Urus Bencana, Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi

Wapres Gibran Dorong WALUBI Penguatan Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan

Wapres Gibran Dorong WALUBI Penguatan Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan

Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Pemadaman Listrik di Batam

Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Pemadaman Listrik di Batam

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

6 Aktivis Greenpeace Dibawa ke Biddokkes Polda Metro

Prabowo-Gibran Lawan Kelompok Radikal, Sindir Siapa?

2 Tahun Prabowo-Gibran, Kepercayaan Publik di Angka 64,8 Persen

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Istana: Kita Semua Kerja Keras Padamkan Karhutla

Dari Bendungan hingga Labuan Bajo, Jejak Jokowi yang Sulit Dipisahkan dari NTT

Statemen Terbaru Jokowi Tentang Operasi Politik

PPh Perusahaan Turun 19%, Ini Syaratnya

Eks Mendag Sebut Singapura di Balik Jatuh IHSG

IMF Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 6% di 2021

Menko Airlangga: Banyak yang Tak Suka RI Maju Seperti IMF

Elektabilitas PDIP dan Gerindra Turun Tajam

2 Tahun Prabowo-Gibran, PDIP: Ekonomi Anjlok, Negara Sedang Tidak Baik-baik Saja

Prabowo Usul Wisata Berkuda di 5 Destinasi Prioritas

2 Tahun Jadi RI 1, Kekayaan Prabowo Nambah Jadi Rp 2,066 Triliun

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

KPK Sita Rp800 Juta dari Hercules

Urus Sengketa Lahan, Hercules Datangi Kantor Kementerian ATR/BPN

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Oktober 21, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Urus Bencana, Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi

by Aspek
Juni 27, 2023
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, LIFESTYLE, NEWS
Urus Bencana, Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi

Letjen TNI Purn DR HC Doni Monardo. (Foto: Ist)

Letjen TNI Purn DR HC Doni Monardo berbagi pengalaman manajerial dalam menghadapi bencana-bencana. Baik bencana alam, maupun bencana non alam, khususnya Covid-19 di  Stovia adalah gedung bersejarah. Sekolah kedokteran zaman Hindia Belanda, Selasa (27/6),  Dalam seminar yang berlangsung di Aula Museum Kebangkitan Nasional (Gedung Stovia) itu, Doni kebagian sub tema “Pengalaman Managerial dari Bencana ke Bencana”. 

“Cicero mengatakan, ‘’Salus Populi Suprema Lex Esto’, yang artinya, ‘Keselamatan Rakyat Merupakan Hukum Tertinggi’. Itu yang selalu menjadi landasan saya bertindak mengatasi bencana,” ujar Doni yang saat ini menjabat Komisaris Utama MIND ID itu.

BacaJuga

Wapres Gibran Dorong WALUBI Penguatan Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan

Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Pemadaman Listrik di Batam

6 Aktivis Greenpeace Dibawa ke Biddokkes Polda Metro

2 Tahun Prabowo-Gibran, Kepercayaan Publik di Angka 64,8 Persen

Istana: Kita Semua Kerja Keras Padamkan Karhutla

Statemen Terbaru Jokowi Tentang Operasi Politik

Di hadapan tamu undangan, serta para peserta daring dari seluruh pelosok Indonesia, Doni Monardo juga menunjukkan fakta penting, bahwa bencana adalah peristiwa berulang. Ia menunjukkan fakta bersejarah yang terukir di dalam Gua Ek Leuntie, Aceh, sebagai contoh.

Bahwa tsunami dahsyat yang terjadi tahun 2004, menggenapi catatan 12 tsunami yang terjadi dalam 7.500 tahun terakhir. Gua itu baru ditemukan tahun 2011, dan sudah diteliti oleh Earth Observatory of Singapore di bawah pimpinan Charles Rubin. Sebelum tsunami tahun 2004, pernah terjadi tsunami sekitar 2.800 tahun sebelumnya. Itu diketahui berrdasar analisis radiocarbon material, termasuk clamshell dan sisa-sisa organisme mikroskopis yang ada dalam gua yang menghadap laut itu.

“Termasuk bencana-bencana alam lain yang terjadi ratusan atau ribuan tahun lalu di berbagai wilayah kita. Bukti serta catatan itu sebagian tersimpan di Belanda,” ujar Doni Monardo, yang bersama tim BNPB mengunjungi Leiden University, Mei 2019, untuk menelusuri riwayat bencana di Hindia Belanda.

Sebagai Ketua Satgas Covid, Doni Monardo pun mengilas balik sejarah. Betapa peran dokter serta aparat TNI-Polri begitu vital, mulai dari perintah pertama Presiden untuk membuat karantina di Natuna, karantina kru kapal pesiar di kepulauan Seribu, penyediaan APD, pendirian RS Darurat Covid “Wisma Atlet”, kerjasama dengan 5.000 wartawan untuk menangkal hoaks, dan sebagainya.

“Di sini hadir dr Tjen (Mayjen TNI Purn Dr dr Daniel Tjen,red). Beliau adalah tim advance yang termasuk saksi sejarah bagaimana peran dokter menangani Covid-19. Saya juga menghimpun dan mengolah data, dibantu teman saya Prof Wiku Adisasmito, teman Lemhanas, yang kemudian menjadi Ketua Tim Pakar Satgas Covid-19. Itulah pentingnya satu sistem, satu manajemen, satu komando dalam apa pun. Termasuk mengatasi bencana,” papar Danjen Kopassus (2014-2015) itu.

Doni juga mengisahkan, betapa di awal musibah, hantaman nyata bukan saja dari cepatnya virus menyebar, tetapi juga oleh dua hal lain. Pertama, hoax. Termasuk penyebar informasi dari para “pakar dadakan” yang ada kalanya justru membuat masyarakat kebingungan dan berpotensi chaos. Kedua, ego sectoral yang mengakibatkan sulitnya koordinasi.

Doni menunjukkan bukti sejarah yang pernah ia dapat dari Leiden, sebelum musibah itu datang. Algemeen Handelsblad edisi 30 Oktober 1918 menulis Spaansche Griep (Flu Spanyol). Kemudian, De Masbode edisi 7 Desember 1918 menulis berita “Kolonien Uit Onze Oost, De Spaansche Ziekte op Java” (Dari Timur Kami, Penyakit Spanyol di Jawa).

Bukti ketiga, berita De Telegraaf edisi 22 November 1918 berjudul “De Spaansche Griep op Java” (Flu Spanyol di Jawa). Masih dari media yang sama, tanggal 5 Februari 1919, menurunkan berita “De Spaansche Griep op Java de Officieele Sterftecijfers” (Angka kematian resmi flu Spanyol di Jawa). Dan masih banyak catatan sejarah lain.

Termasuk literatur “Yang Terlupakan: Pandemi 1918 di Hindia Belanda”, yang ditulis sejarawan pandemi Tb. Arie Rukmantara dan tim pada 2009. Buku menunjukkan fakta sejarah bahwa pandemi adalah peristiwa berulang yang sudah tercatat sejak tahun 1700. Dalam 100 tahun terakhir, interval antarpandemi flu berkisar antara 10 dan 50 tahun sekali.

Komentar
Share21Tweet13SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Update Gempa NTT: 25 Orang Meninggal di Manggarai dan Manggarai Timur

Waka Komisi V DPR Usul Bentuk Lembaga ‘Superbody’ Khusus Tangani Bencana

ASPEK.ID, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda mengusulkan pembentukan lembaga khusus yang memiliki kewenangan luas atau...

Update Gempa NTT: 25 Orang Meninggal di Manggarai dan Manggarai Timur

Pemerintah Siapkan Rp 5 Triliun untuk Penanganan Bencana

  ASPEK.ID, JAKARTA - Pemerintah memastikan dukungan anggaran untuk penanganan kondisi darurat dengan dana sekitar Rp 5 triliun yang siap...

Kita Jaga Alam Wasiat Komut ke MIND ID

Kita Jaga Alam Wasiat Komut ke MIND ID

JAKARTA – Doni Monardo berpulang. Indonesia berduka. Bahkan lahan-lahan tandus pasca tambang ikut menangis kehilangan sosok pemimpin yang sangat peduli...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In