ASPEK.ID, JAKARTA – Seorang komandan senior milisi pro-Iran di Irak, Kataeb Hizbullah, dilaporkan tewas dalam serangan yang menghantam wilayah selatan negara tersebut. Insiden ini menambah panjang daftar korban di tengah meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Sekretaris Jenderal Kataeb Hizbullah, Ahmad al‑Hamidawi, mengonfirmasi kematian komandan mereka, Ali Hussein al‑Freiji, melalui pernyataan resmi. Ia menyebut al-Freiji sebagai salah satu komandan penting yang telah bergabung dengan kelompok itu selama lebih dari dua dekade.
Berdasarkan keterangan dua sumber dari faksi tersebut kepada AFP, serangan menghantam sebuah kendaraan di sekitar basis utama kelompok tersebut di Irak selatan. Laporan awal menyebut dua orang tewas, namun kemudian dipastikan bahwa jumlah korban bertambah menjadi tiga orang setelah kematian al-Freiji dikonfirmasi.
Salah satu sumber dari kelompok tersebut menyebut serangan itu sebagai aksi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Lokasi serangan berada di sekitar pangkalan Jurf al-Nasr, yang dikenal sebagai salah satu basis penting kelompok tersebut. Wilayah itu sebelumnya juga disebut sebagai target pertama di Irak dalam rangkaian serangan yang dituding dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat sebelum kemudian meluas ke beberapa titik lain.
Sejak meningkatnya konflik di kawasan, serangan serupa dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 15 pejuang, sebagian besar berasal dari Kataeb Hizbullah.
Dalam beberapa tahun terakhir, Irak sempat menikmati situasi keamanan yang relatif stabil. Namun negara itu tetap berada di tengah rivalitas geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang kerap menjadikannya arena konflik tidak langsung.
Pemerintah Irak sebelumnya menegaskan tidak ingin terseret dalam perang regional yang semakin meluas. Meski demikian, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa negara tersebut tetap terdampak oleh eskalasi konflik di kawasan.
Sementara itu, kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Iran—yang menamakan diri sebagai Perlawanan Islam di Irak—dilaporkan terus melancarkan serangan drone hampir setiap hari terhadap pangkalan militer AS di Irak.
Kataeb Hizbullah merupakan salah satu kelompok utama dalam jaringan tersebut.
Pada Kamis (5/3), kelompok itu juga mengeluarkan peringatan kepada negara-negara Eropa agar tidak ikut terlibat dalam konflik. Mereka memperingatkan bahwa jika negara-negara Eropa masuk ke dalam perang, maka pasukan dan pangkalan militer mereka di Irak maupun kawasan Timur Tengah dapat menjadi sasaran.
Di sisi lain, kantor berita resmi Irak, Iraqi News Agency (INA), melaporkan bahwa pasukan keamanan berhasil menyita dua roket beserta satu peluncur roket di provinsi Basra.
Roket tersebut dilaporkan telah dipasang dan dalam kondisi siap digunakan untuk menyerang negara tetangga, sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh aparat keamanan. []
















