ASPEK.ID, JAKARTA – Insiden jatuhnya dua pesawat tanpa awak (drone) terjadi di sekitar kawasan Dubai International Airport pada Rabu (11/3/2026) pagi waktu setempat. Peristiwa tersebut mengakibatkan empat orang mengalami luka-luka, meski aktivitas penerbangan di bandara tetap berjalan normal.
Pemerintah Dubai menyatakan bahwa puing-puing drone jatuh di halaman dua rumah warga yang berada di wilayah emirat tersebut. Akibat kejadian ini, empat orang warga asing mengalami luka kategori sedang, masing-masing dua warga Ghana, satu warga Bangladesh, dan satu warga India.
“Para korban luka telah menerima perawatan medis yang diperlukan,” tulis pernyataan resmi dari Kantor Media Pemerintah Dubai mengenai kondisi para korban pasca-insiden tersebut dikutip Reuters, Kamis (12/3).
Otoritas setempat memastikan suara ledakan yang sempat terdengar di sekitar lokasi berasal dari aktivitas sistem pertahanan udara Uni Emirat Arab (UEA) yang melakukan intersepsi terhadap drone tersebut.
“Suara yang terdengar selama insiden tersebut berasal dari operasi intersepsi yang berhasil dilakukan oleh sistem pertahanan udara,” jelas pernyataan resmi pemerintah dalam keterangannya.
Meski insiden terjadi di dekat salah satu fasilitas penerbangan paling sibuk di dunia, operasional bandara dipastikan tidak terganggu. Pihak otoritas penerbangan menyebut seluruh jadwal penerbangan tetap berjalan seperti biasa.
“Otoritas terkait mengonfirmasi bahwa operasional lalu lintas udara di hub perjalanan internasional tersibuk di dunia tetap tidak terpengaruh,” tambah laporan resmi tersebut untuk menjamin keamanan operasional penerbangan global.
Pemerintah Dubai juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai insiden tersebut dan hanya mengandalkan informasi dari sumber resmi.
“Otoritas mendesak publik untuk tidak menyebarkan rumor dan hanya mengandalkan sumber resmi untuk mendapatkan informasi,” tegas pihak pemerintah Dubai dalam pengumumannya.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut berkaitan dengan konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, yang memicu sejumlah insiden keamanan regional.
Beberapa laporan menyebutkan adanya serangan proyektil terhadap kapal kontainer di perairan Oman, serta pencegatan sejumlah drone di wilayah Kuwait dan fasilitas ladang minyak Shaybah di Arab Saudi.
Sementara itu, United Nations Security Council dijadwalkan melakukan pemungutan suara terkait resolusi yang menyerukan penghentian serangan di kawasan tersebut.
Hingga kini, otoritas keamanan masih melakukan penyelidikan untuk memastikan asal-usul drone serta penyebab insiden yang terjadi di dekat kawasan bandara tersebut. []
















