ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Direktur Astra, Rudy, menyatakan
PT Astra International Tbk (ASII), Rabu (28/10/2026), membukukan laba bersih Rp21,6 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Astra mencatatkan pendapatan bersih konsolidasian sebesar Rp243,87 triliun per 30 September 2026.
Rudy, menyatakan bahwa kinerja operasional selama sembilan bulan pertama tahun 2026 tetap menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah berbagai tantangan eksternal. Pertumbuhan yang dicatatkan pada sebagian besar lini bisnis inti tersebut terbukti mampu mengimbangi tekanan yang melanda sektor pertambangan.
Menurut Rudy, momentum perbaikan kinerja paling menonjol terlihat sepanjang kuartal III 2026 jika dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya. Akselerasi pemulihan ini, kata dia, didorong oleh peningkatan volume kontrak penambangan, normalisasi produksi tambang emas Martabe, serta ekspansi yang solid di sektor otomotif.
Dari sisi sektoral, bisnis otomotif Astra membukukan laba bersih sebesar Rp9,79 triliun, atau mengalami peningkatan 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp9,03 triliun.
















