ASPEK.ID, JAKARTA – Tabrakan antara Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam. Insiden ini menewaskan empat orang dan menyebabkan puluhan korban harus dievakuasi.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.52 WIB. Hingga kini, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh petugas gabungan di lokasi kejadian.
VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyebutkan total korban yang telah dievakuasi mencapai 38 orang.
“Tadi ada 38 orang yang sudah dievakuasi dan memang ada empat teridentifikasi meninggal dunia,” ujar Anne, Selasa (28/4) dini hari.
Ia menambahkan, identitas korban meninggal masih dalam proses pendataan di rumah sakit.
“Nanti identitasnya, ya di rumah sakit sudah di rumah sakit,” tambahnya.
Untuk mempercepat proses evakuasi, perjalanan kereta dari arah Stasiun Gambir dan Pasar Senen sementara dihentikan.
“Kami upayakan secepatnya, ini yang tadi makanya kita setop kereta dari Gambir dan Senen supaya mempercepat evakuasi,” katanya.
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan awal mula kejadian. Insiden dipicu oleh sebuah taksi yang menemper KRL di perlintasan sebidang dekat Bulak Kapal.
“Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal yang membuat KRL-nya terhenti. KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” kata Franoto.
Akibat kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju di jalur yang sama tidak dapat menghindari tabrakan dengan KRL di depannya.
KAI menyampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan yang terjadi akibat insiden ini.
“Saat ini, PT KAI bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi terhadap rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian. Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” ujar Franoto.
Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik aliran atas (LAA) di lintas Cibitung-Bekasi Timur dan area emplasemen Bekasi Timur untuk sementara dimatikan.
Petugas masih terus melakukan penanganan di lokasi guna mempercepat pemulihan jalur dan operasional kereta. []
























