ASPEK.ID, BEKASI – Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk segera mengusut penyebab kecelakaan antara KA Argo Bromo dan KRL yang terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur. Investigasi dilakukan untuk mengetahui secara pasti kronologi insiden tersebut.
“Dan kita segera akan mengadakan investigasi, kejadiannya bagaimana,” kata Prabowo usai menjenguk korban di RSUD Bekasi, Selasa (28/4).
Dalam keterangannya, Prabowo menyoroti masih banyaknya perlintasan kereta api yang belum dilengkapi palang pintu. Ia menilai kondisi ini berisiko tinggi terhadap keselamatan.
“Tapi secara garis besar memang kita perhatikan di lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak terjaga ya. Kita segera akan atasi,” jelasnya.
Selain itu, Prabowo mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Bekasi telah mengajukan pembangunan flyover di sekitar lokasi kejadian. Ia memastikan usulan tersebut sudah disetujui.
“Dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat mendesak. Jadi saya sudah setujui segera dibangun flyover langsung oleh bantuan Presiden,” tegasnya.
Menurutnya, persoalan perlintasan sebidang bukan hanya terjadi di Bekasi. Ia menyebut ada sekitar 1.800 titik serupa di Pulau Jawa yang membutuhkan perhatian serius.
“Kemudian di Jawa ada 1.800 titik yang juga lintasan seperti ini. Ini dari zaman, saya kira dari zaman Belanda ya, sudah berapa puluh tahun,” sambungnya.
Prabowo menegaskan pemerintah akan segera mengambil langkah konkret agar kejadian serupa tidak terulang. Ia meminta perbaikan dilakukan menyeluruh, baik melalui pembangunan flyover maupun penyediaan pos penjagaan.
“Sekarang sudahlah, kita selesaikan semua itu. Saya sudah perintahkan segera, kita akan perbaiki semua ya lintasan tersebut ya, dengan apakah dengan dilakukan pos jaga atau dengan flyover,” ucapnya. []




















