ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan gaji puluhan ribu manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih akan dibiayai negara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selama dua tahun pertama program berjalan.
Hal itu disampaikan Purbaya dalam media briefing di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (11/5). Ia mengatakan pemerintah telah menyiapkan skema pendanaan tanpa menambah beban baru terhadap defisit APBN.
“Sudah (ketahuan gaji manajer Kopdes Merah Putih). Kita akhirnya harus bayar selama dua tahun,” kata Purbaya.
Menurutnya, sumber anggaran berasal dari alokasi program yang sebelumnya sudah tersedia namun belum seluruhnya digunakan. Karena itu, pemerintah menegaskan tidak ada kebutuhan tambahan anggaran baru.
“Jadi nggak ada tambahan dana baru ke APBN, nggak ada tambahan defisit baru karena sudah dialokasikan di situ,” tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan sebanyak 30 ribu manajer Kopdes Merah Putih pada tahap awal akan berada di bawah pengelolaan BUMN pangan, yakni PT Agrinas Pangan Nusantara.
Ferry mengatakan para manajer itu akan berstatus sebagai pegawai BUMN selama dua tahun sebelum kemudian dialihkan menjadi pegawai dengan sistem Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
“Statusnya sekarang di BP BUMN, tetapi nanti setelah dua tahun itu akan menjadi penempatan di koperasi. Kita sih berharapnya di Kementerian Koperasi, tetapi masih akan kita bahas lagi. Bukan (ASN), tetapi PKWT,” ujar Ferry dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Jumat (8/5).
Ia menambahkan, para manajer nantinya dituntut memahami pengelolaan bisnis koperasi secara menyeluruh. Kopdes Merah Putih disebut akan memiliki sejumlah unit usaha mulai dari gerai sembako, apotek, klinik hingga fasilitas pergudangan.
Selain itu, para manajer juga diharapkan mampu memperluas jaringan usaha sekaligus mencari sumber pendanaan guna mendukung pengembangan koperasi di berbagai daerah.
“Bahkan mengarahkan Koperasi Desa Merah Putih baik untuk kegiatan pengembangan usaha, kegiatan pencarian sumber-sumber pembiayaan dan kemudian membangun hubungan relasi usaha,” jelas Ferry. []























