ASPEK.ID, BANDA ACEH – PT PLN (Persero) terus melakukan upaya pemulihan sistem kelistrikan di wilayah Aceh setelah terjadi gangguan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt (kV) Muara Bungo-Sungai Rumbai di Jambi, Sabtu (23/5). Ratusan personel diterjunkan untuk mempercepat normalisasi pasokan listrik di berbagai wilayah.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, mengatakan sebagian besar infrastruktur utama kelistrikan di Aceh telah kembali beroperasi secara bertahap.
“Dari total 21 Gardu Induk (GI) yang ada di Aceh, 19 di antaranya telah bertegangan,” kata Eddi dalam keterangannya, Sabtu (23/5).
Ia menjelaskan, saat ini masih terdapat dua gardu induk yang dalam proses penormalan, yakni GI Samadua dan GI Blangpidie. Adapun GI Singkil telah kembali bertegangan dan tengah menjalani proses pembebanan secara bertahap.
“Saat ini tersisa 2 Gardu Induk yang masih dalam tahap penormalan, yaitu GI Samadua, dan GI Blangpidie. Sementara untuk GI Singkil sudah berhasil bertegangan dan saat ini sedang dalam proses pembebanan secara bertahap,” jelas Eddi.
Untuk wilayah Banda Aceh, suplai listrik disebut terus membaik. Saat ini pasokan listrik mencapai 61 Megawatt (MW) dari rata-rata kebutuhan beban pagi sebesar 80 hingga 90 MW. Pasokan tersebut disuplai dari GI Banda Aceh, Ulee Kareng, Krueng Raya, dan Jantho.
PLN juga mengoperasikan seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Banda Aceh untuk memperkuat sistem kelistrikan. Beberapa di antaranya yakni PLTD Lueng Bata berkapasitas 7,7 MW, Ulee Kareng 12 MW, dan Krueng Raya 7 MW.
Selain itu, PLTD Ayangan di Aceh Tengah serta PLTD isolated di Kota Fajar turut dioperasikan dengan total beban mencapai 2,4 MW.
PLN memastikan sistem kelistrikan di Pulau Sabang dan Kepulauan Simeulue tetap dalam kondisi normal dan tidak terdampak gangguan pemadaman.
Dalam rangka mempercepat pemulihan, PLN UID Aceh juga memobilisasi genset mobile dan genset portable ke wilayah Meulaboh dan sekitarnya. Langkah tersebut diprioritaskan untuk mendukung pasokan listrik di fasilitas-fasilitas strategis publik.
PLN turut menyiagakan ratusan personel yang tersebar dari wilayah kerja UP3 Langsa hingga Banda Aceh. Mereka bertugas melakukan pengaturan manajemen pembagian beban agar wilayah yang masih mengalami pemadaman dapat segera dialiri listrik secara bergilir.
“Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan stakeholder dan pelanggan. Kami memohon maaf dan doa dukungan dari seluruh masyarakat agar sistem kelistrikan Aceh dapat segera pulih sepenuhnya,” tutup Eddi. []
























