ASPEK.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim negaranya telah memperoleh banyak minyak dari Venezuela hingga mampu menutup biaya perang melawan Iran berkali-kali lipat.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat berpidato dalam kunungannya ke negara bagian New York, Jumat (22/5) waktu setempat. Dalam pidatonya, Trump menyinggung operasi AS di Venezuela dan konflik yang melibatkan Iran.
“Bagaimana hasil kita di Venezuela? Tidak buruk. Kita mengambil begitu banyak minyak dari Venezuela sampai biaya perang itu tertutupi sekitar 25 kali lipat,” kata Trump.
Trump tidak menjelaskan lebih rinci bagaimana perhitungan klaim tersebut dilakukan. Gedung Putih maupun Pentagon juga belum memberikan penjelasan resmi terkait pernyataan itu.
Sebelumnya, Pentagon mengungkap biaya operasi militer AS terhadap Iran telah membengkak hingga hampir US$ 29 miliar atau sekitar Rp 513 triliun. Konflik yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran sendiri pecah sejak akhir Februari lalu.
Isu perang Iran belakangan menjadi sorotan di dalam negeri AS. Pemerintahan Trump menghadapi tekanan dari parlemen terkait lonjakan biaya perang saat pembahasan anggaran pertahanan 2027 senilai US$ 1,5 triliun.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth termasuk salah satu pejabat yang dicecar anggota parlemen soal besarnya biaya operasi militer tersebut.
Meski gencatan senjata sempat diberlakukan awal April, upaya damai antara Washington dan Teheran belum membuahkan hasil. Negosiasi yang dimediasi Pakistan berlangsung alot karena kedua pihak tetap bertahan dengan tuntutan masing-masing.
Sejumlah media AS juga melaporkan Washington tengah mempertimbangkan opsi serangan baru terhadap Iran. Laporan Axios menyebut sikap Trump kini mulai bergeser dari jalur diplomasi menuju opsi militer karena frustrasi terhadap proses negosiasi dengan Teheran. []
























