• Latest
  • Trending
Bos Intelijen AS Mundur, Sempat Cekcok dengan Trump Soal Perang Iran

Bos Intelijen AS Mundur, Sempat Cekcok dengan Trump Soal Perang Iran

Ledakan Guncang Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Rusak

Ledakan Guncang Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Rusak

KPK Dalami Dugaan Imbal Jasa Biro Haji ke Pengurus PWNU DKI

KPK Amankan 19 Orang dalam OTT Lombok Barat, 7 Dibawa ke Gedung Merah Putih

Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 350 Unit Akhir 2026

Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 350 Unit Akhir 2026

Bupati Lombok Barat Sempat Nobar Piala Dunia Sebelum Terjaring OTT KPK

Bupati Lombok Barat Sempat Nobar Piala Dunia Sebelum Terjaring OTT KPK

Israel Izinkan Penggunaan Buaya untuk Cegah Napi Kabur

Israel Izinkan Penggunaan Buaya untuk Cegah Napi Kabur

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK OTT Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini

Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo soal Penetapan Tersangka

Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo soal Penetapan Tersangka

Kortas Tipikor Polri Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Modal Terkait Batu Bara

Kortas Tipikor Polri Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Modal Terkait Batu Bara

Prabowo Instruksikan Pembentukan Tim Khusus Atasi Banjir Jabodetabek

Istana Minta Hotman Tak Seret Nama Prabowo dalam Kasus Febrie Adriansyah

Kuntadi Diusulkan Gantikan Febrie, Segini Harta Kekayaannya Menurut LHKPN

Kuntadi Selangkah Lagi Jadi Jampidsus, Keppres Segera Terbit

Presiden Lantik Anggota Dewan Energi Nasional, Bahlil Ketua Harian

Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana Sore Ini

Pos Indonesia Lamban Adaptasi Perkembangan Zaman

Dony Oskaria Tunjuk Iskandar Kunaefi Jadi Dirut Pos Indonesia

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Juli 20, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Bos Intelijen AS Mundur, Sempat Cekcok dengan Trump Soal Perang Iran

by Aspek
Mei 23, 2026
in BERITA TERBARU, GLOBAL, NEWS
Bos Intelijen AS Mundur, Sempat Cekcok dengan Trump Soal Perang Iran

Trump berjabat tangan dengan Tulsi Gabbard dalam foto tahun 2025, ketika Gabbard baru saja dilantik menjadi Direktur Intelijen Nasional AS di Gedung Putih (dok. AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

ASPEK.ID – Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS) Tulsi Gabbard mengumumkan pengunduran dirinya pada Jumat (22/5) waktu setempat. Gabbard menyebut kondisi suaminya yang sakit kanker sebagai alasan di balik pengunduran dirinya.

Namun sempat beredar rumor bahwa Gabbard dipaksa untuk mengundurkan diri oleh Gedung Putih. Terlebih diketahui bahwa selama menjabat, Gabbard sempat berselisih dengan Presiden Donald Trump terkait perang yang dikobarkan AS dan Israel melawan Iran.

Laporan Fox News menyebut Gabbard memberitahu Trump tentang niatnya untuk mengundurkan diri dalam pertemuan di Ruang Oval Gedung Putih pada Jumat (22/5) waktu setempat. Pengunduran diri Gabbard yang menjabat sejak tahun 2025, menurut Fox News, berlaku efektif mulai 30 Juni mendatang.

BacaJuga

Ledakan Guncang Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Rusak

KPK Amankan 19 Orang dalam OTT Lombok Barat, 7 Dibawa ke Gedung Merah Putih

Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 350 Unit Akhir 2026

Bupati Lombok Barat Sempat Nobar Piala Dunia Sebelum Terjaring OTT KPK

Israel Izinkan Penggunaan Buaya untuk Cegah Napi Kabur

KPK OTT Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini

Dalam suratnya kepada Trump yang diunggah ke media sosial X, Gabbard mengatakan dirinya mundur sebagai Direktur Intelijen Nasional AS untuk merawat suaminya, Abraham Williams, yang baru-baru ini didiagnosis menderita “kanker tulang yang sangat langka”.

“Dia menghadapi tantangan besar dalam beberapa minggu dan bulan ke depan. Saat ini, saya harus mundur dari pelayanan publik untuk berada di sisinya dan sepenuhnya mendukungnya melalui perjuangan ini,” kata Gabbard merujuk pada suaminya.

Gabbard yang mantan anggota Kongres AS dari Partai Demokrat ini, menikah dengan suaminya yang berprofesi sebagai sinematografer di Hawaii dalam upacara Hindu. Keduanya bertemu saat syuting iklan kampanye, dan suami Gabbard melamarnya saat berselancar ketika matahari terbenam.

Trump Puji Tulsi Gabbard ‘Luar Biasa’

Trump melontarkan pujian untuk Gabbard, yang disebutnya melakukan “pekerjaan yang luar biasa”. Sebagai Direktur Intelijen Nasional AS, Gabbard memiliki pekerjaan yang melibatkan koordinasi informasi dari jaringan luas yang mencakup 18 badan intelijen AS untuk pengarahan harian bagi Presiden AS.

“Tulsi telah melakukan pekerjaan yang luar biasa, dan kita akan merindukannya,” ucap Trump dalam pernyataan via Truth Social, sembari menambahkan bahwa Gabbard “dengan tepat” ingin membantu suaminya dalam perjuangannya melawan kanker.

Trump menambahkan bahwa wakil Gabbard, Aaron Lukas, akan menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Intelijen Nasional AS.

Gabbard menjadi pejabat wanita keempat yang meninggalkan kabinet Trump dalam beberapa bulan terakhir. Trump telah memecat Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem pada Maret dan Jaksa Agung AS Pam Bondi pada April. Sementara Menteri Tenaga Kerja AS Lori Chavez-DeRemer mundur dari jabatannya pada April di tengah serangkaian skandal.

Muncul Rumor Gabbard Dipaksa Mundur

Setelah Gabbard mengumumkan pengunduran dirinya, beredar rumor soal alasan sebenarnya di balik pengunduran diri Gabbard. Seorang sumber yang mengetahui persoalan ini, seperti dikutip Reuters, mengungkapkan bahwa Gabbard telah dipaksa mundur oleh Gedung Putih.

Namun Gedung Putih dengan cepat membantah rumor semacam itu.

“Ini keliru. Suaminya, yang merupakan manusia yang luar biasa, telah didiagnosis menderita kanker tulang yang langka,” ujar kepala staf Gabbard, Alexa Kenning, dalam pernyataan via media sosial X.

Juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, menegaskan bahwa: “Setiap anggapan bahwa Gedung Putih memaksanya untuk mengundurkan diri karena kesehatan suaminya adalah fitnah.”

Gabbard Sempat Berselisih dengan Trump Soal Perang Iran

Selama karier politik Gabbard di Kongres AS, dia memposisikan diri sebagai seseorang yang anti-intervensiois yang menentang perang atau intervensi militer AS di luar negeri. Hal ini menciptakan ketegangan setelah Trump memutuskan untuk menyerang Iran pada akhir Februari lalu.

Gabbard dilaporkan tidak hadir ketika Trump berkonsultasi dengan para penasihat utamanya menjelang peluncuran serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Setelah perang AS-Israel melawan Iran meletus, Gabbard menghindari untuk menyatakan dukungan secara publik terhadap keputusan Trump tersebut. Dalam sidang Kongres pada Maret lalu, Gabbard secara hati-hati menghindari pertanyaan soal apakah pemerintah mengetahui potensi dampak dari perang tersebut.

Tidak hanya itu, Gabbard juga menolak untuk mendukung klaim Trump soal Iran memberikan ancaman yang nyata — penilaian yang digunakan pemerintahan Trump untuk membenarkan serangan terhadap Teheran.

Dia juga mengatakan bahwa intelijen AS telah menyimpulkan jika Iran tidak membangun kembali kapasitas pengayaan nuklir yang dihancurkan oleh pengeboman AS-Israel tahun lalu — klaim yang juga digunakan sebagai pembenaran utama untuk perang tersebut.

Tahun lalu, seperti dilansir BBC, Trump tampak mengabaikan pernyataan Gabbard di hadapan Kongres AS soal Iran tidak berupaya membangun senjata nuklir.

“Saya tidak peduli dengan apa yang dia katakan. Saya pikir mereka (Iran-red) sangat dekat untuk memiliki senjata,” kata Trump kepada wartawan saat itu. Trump telah berulang kali menyebut kemampuan nuklir Iran sebagai alasan perang AS melawan Iran.

Pengunduran diri Gabbard ini terjadi dua bulan setelah penasihat utamanya, mantan Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Joe Kent, meninggalkan pemerintahan Trump karena perang Iran. Kent mendesak Trump untuk “mengubah arah”.

Setelah Kent mundur, Gabbard secara terbuka mendukung keputusan Trump soal operasi militer di Iran, dengan mengatakan bahwa sebagai panglima tertinggi, Trump bertanggung jawab untuk menentukan apa yang merupakan ancaman langsung dan apa yang bukan. (detikcom)

Komentar
Share12Tweet7SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Ledakan Guncang Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Rusak

Ledakan Guncang Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Rusak

ASPEK.ID, MEDAN - Sebuah ledakan terjadi di kawasan Perumahan Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Senin (20/7) sekitar pukul...

KPK Dalami Dugaan Imbal Jasa Biro Haji ke Pengurus PWNU DKI

KPK Amankan 19 Orang dalam OTT Lombok Barat, 7 Dibawa ke Gedung Merah Putih

ASPEK.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan total 19 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di Kabupaten...

Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 350 Unit Akhir 2026

Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 350 Unit Akhir 2026

ASPEK.ID, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara terus mempercepat konsolidasi badan usaha milik...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Pengunjung Monas Dibatasi 200 Orang/Jam

Menteri BUMN Hijaukan Monas

Bahlil Buka-bukaan Soal Ratas Prabowo di Hambalang

Bahlil:  Ada Asing di Balik Kisruh Rempang

Ledakan Guncang Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Rusak

Ledakan Guncang Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Rusak

KPK Dalami Dugaan Imbal Jasa Biro Haji ke Pengurus PWNU DKI

KPK Amankan 19 Orang dalam OTT Lombok Barat, 7 Dibawa ke Gedung Merah Putih

Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 350 Unit Akhir 2026

Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 350 Unit Akhir 2026

Bupati Lombok Barat Sempat Nobar Piala Dunia Sebelum Terjaring OTT KPK

Bupati Lombok Barat Sempat Nobar Piala Dunia Sebelum Terjaring OTT KPK

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In