• Latest
  • Trending
Bertemu Macron, Prabowo Bicara Stabilitas Timur Tengah dan Kemerdekaan Palestina

PDIP Ingatkan Prabowo Tak Sembarangan Wajibkan Bahasa Prancis di Sekolah

PPh Perusahaan Turun 19%, Ini Syaratnya

Eks Mendag Sebut Singapura di Balik Jatuh IHSG

IMF Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 6% di 2021

Menko Airlangga: Banyak yang Tak Suka RI Maju Seperti IMF

Elektabilitas PDIP dan Gerindra Turun Tajam

2 Tahun Prabowo-Gibran, PDIP: Ekonomi Anjlok, Negara Sedang Tidak Baik-baik Saja

Prabowo Usul Wisata Berkuda di 5 Destinasi Prioritas

2 Tahun Jadi RI 1, Kekayaan Prabowo Nambah Jadi Rp 2,066 Triliun

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

KPK Sita Rp800 Juta dari Hercules

Urus Sengketa Lahan, Hercules Datangi Kantor Kementerian ATR/BPN

OJK Cabut Izin BPRS Musyarakah Ummat

OJK Perkuat Stabilitas Keuangan dan Reformasi Pasar Modal

LRT Cibubur-Cawang Segera Uji Coba

Subsidi Transjakarta, MRT & LRT di Jakarta Habiskan Rp6,5 Triliun

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

BGN Percepat Buka Dapur di Daerah 3T

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Eks Mendag Lufti: Perusahaan Berkantor di Singapura Terlibat Karhutla di RI

Ini Program Prioritas Rosan Roeslani Wamen BUMN

2 Tahun Prabowo-Gibran Investasi Rp3.923 Triliun Serap 5 Juta Pekerja

Kabar Duka, Mantan KSAD di Era Tiga Presiden Dikabarkan Meninggal Dunia

Jenderal (Purn) Subagyo HS Dimakamkan di Taman Kalibata

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Oktober 20, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

PDIP Ingatkan Prabowo Tak Sembarangan Wajibkan Bahasa Prancis di Sekolah

by Muhammad Fadhil
Mei 31, 2026
in BERITA TERBARU, NEWS
Bertemu Macron, Prabowo Bicara Stabilitas Timur Tengah dan Kemerdekaan Palestina

Presiden Prabowo Subianto saat bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Kamis (28/5). Foto: dok.YouTube Sekretariat Presiden

ASPEK.ID, JAKARTA – Anggota DPR RI Fraksi PDIP Andreas Hugo Pareira mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tidak terburu-buru menjadikan bahasa asing tertentu sebagai mata pelajaran wajib di sekolah. Menurutnya, penetapan mata pelajaran dalam kurikulum tidak bisa dilakukan sembarangan dan harus melalui pertimbangan yang matang.

Andreas mengatakan kurikulum nasional saat ini telah mengatur bahasa-bahasa yang dianggap penting untuk diajarkan kepada peserta didik, termasuk bahasa asing.

“Saya kira di kurikulum kita sudah ditentukan, ya, bahasa-bahasa apa yang penting,” ujar Andreas saat menghadiri kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) PDIP di Jakarta, Sabtu (30/5).

BacaJuga

Eks Mendag Sebut Singapura di Balik Jatuh IHSG

Menko Airlangga: Banyak yang Tak Suka RI Maju Seperti IMF

2 Tahun Prabowo-Gibran, PDIP: Ekonomi Anjlok, Negara Sedang Tidak Baik-baik Saja

2 Tahun Jadi RI 1, Kekayaan Prabowo Nambah Jadi Rp 2,066 Triliun

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

Urus Sengketa Lahan, Hercules Datangi Kantor Kementerian ATR/BPN

Ia berharap kebijakan terkait pembelajaran bahasa tidak berubah hanya karena adanya pertemuan dengan pemimpin negara tertentu. Menurutnya, kurikulum pendidikan harus disusun berdasarkan kebutuhan nasional dan pertimbangan akademik.

“Jadi, jangan nanti kalau kita ketemu apa, pemimpin dari suatu negara terus kemudian bahasa itu menjadi kurikulum wajib,” katanya.

Andreas menilai saat ini bahasa Inggris masih menjadi bahasa asing yang paling penting untuk diperkuat dalam sistem pendidikan. Selain itu, penguatan bahasa Indonesia juga harus tetap menjadi prioritas.

“Tapi kalau menjadi kurikulum wajib, saya kira kita perlu bahasa Inggris, kita perlu memperkuat bahasa Indonesia, dan itu, ya, saya kira yang paling penting untuk bagaimana pembinaan, ya, pendidikan, terutama pendidikan bahasa,” ujarnya.

Meski demikian, Andreas tidak mempermasalahkan apabila bahasa Prancis diajarkan sebagai mata pelajaran pilihan di sekolah-sekolah yang memiliki kemampuan dan sumber daya pendukung. Menurutnya, bahasa asing lain seperti Mandarin maupun Jepang juga dapat dijadikan pilihan tambahan bagi siswa.

“Silakan bahwa bahasa Prancis sebagai bahasa pilihan, ya oke bisa aja gitu. Bahasa Mandarin, bahasa Jepang mungkin dan bahasa-bahasa yang lain gitu. Nah itu menjadi kurikulum tambahan untuk anak-anak,” katanya.

Andreas memandang pernyataan Prabowo terkait bahasa Prancis kemungkinan merupakan bagian dari bahasa diplomasi dalam hubungan antarnegara. Namun, ia menegaskan penerapannya sebagai mata pelajaran wajib tetap perlu dikaji lebih lanjut.

Sebelumnya, Prabowo menyampaikan keinginan agar bahasa Prancis diajarkan di seluruh jenjang pendidikan di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan saat kunjungan kenegaraan ke Prancis.

Dalam pidatonya di Istana Elysee, Paris, Kamis (28/5), Prabowo menilai hubungan Indonesia dan Prancis tengah berada dalam kondisi yang sangat baik dan perlu diperluas, termasuk pada sektor pendidikan, sains, dan teknologi.

“Saya sudah instruksikan agar semua tingkatan sekolah di Indonesia harus belajar Bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan,” kata Prabowo. []

Komentar
Share14Tweet9SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

PPh Perusahaan Turun 19%, Ini Syaratnya

Eks Mendag Sebut Singapura di Balik Jatuh IHSG

ASPEK ID, JAKARTA - Mantan Mendag Lutfi menuding Singapura berupaya menekan pasar RI agar dapat saham murah melalui lembaga penyedia...

IMF Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 6% di 2021

Menko Airlangga: Banyak yang Tak Suka RI Maju Seperti IMF

ASPEK.ID, JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan banyak pihak asing yang tidak suka Indonesia berkembang, utamanya di industri...

Elektabilitas PDIP dan Gerindra Turun Tajam

2 Tahun Prabowo-Gibran, PDIP: Ekonomi Anjlok, Negara Sedang Tidak Baik-baik Saja

ASPEK.ID, JAKARTA- Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan indikator-indikator kegagalan manajerial pemerintah yang dampaknya langsung dirasakan oleh rakyat. Hal...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In