ASPEK.ID, JAKARTA – Kabar duka datang dari mantan Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tersebut meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (31/5).
Kabar wafatnya Ryamizard dikonfirmasi oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait.
“Benar, kami mendapat informasi berita dukacita, bahwa telah meninggal dunia Bapak Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu pada hari ini,” kata Brigjen Rico saat dikonfirmasi, Minggu (31/5).
Menurut Rico, Ryamizard mengembuskan napas terakhir pada pukul 14.03 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.
Ryamizard Ryacudu lahir pada 21 April 1950 dan merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) bagian Darat tahun 1974. Karier militernya berkembang pesat setelah dipercaya menjabat Pangdam V/Brawijaya pada 1998-1999.
Setelah itu, ia ditugaskan menjadi Pangdam Jaya/Jayakarta pada 1999 hingga 2000. Kariernya terus menanjak saat dipercaya memimpin Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) sebagai Pangkostrad pada periode 2000-2002.
Pada 2002, Ryamizard ditunjuk menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Jabatan tersebut diembannya hingga 2005.
Nama Ryamizard juga pernah masuk dalam bursa calon Panglima TNI. Pemerintah saat itu mengajukan namanya ke DPR, namun posisi Panglima TNI akhirnya dipercayakan kepada Marsekal TNI Djoko Suyanto pada 2006.
Selain dikenal di lingkungan militer, Ryamizard juga sempat disebut-sebut sebagai kandidat wakil presiden yang akan mendampingi Joko Widodo pada Pemilu 2014. Namun pada akhirnya Jokowi memilih Jusuf Kalla sebagai pasangan dalam kontestasi tersebut.
Pada periode pertama pemerintahan Jokowi, Ryamizard dipercaya memimpin Kementerian Pertahanan. Ia menjabat Menteri Pertahanan sejak 2014 hingga 2019.
Selama memimpin Kemhan, salah satu program yang menjadi fokusnya adalah penguatan Bela Negara. Program tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam kebijakan pertahanan nasional saat itu.
Menjelang akhir masa jabatannya sebagai Menhan, Ryamizard menerima Bintang Penghargaan Veteran Tertinggi dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) pada 2019. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Ketua Umum LVRI Letjen TNI (Purn) Rais Abin.
Masih pada tahun yang sama, Ryamizard menyerahkan jabatan Menteri Pertahanan kepada Prabowo Subianto yang ditunjuk Presiden Joko Widodo untuk memimpin Kemhan periode berikutnya.
Pengabdian Ryamizard di bidang pertahanan juga mendapat pengakuan akademik. Pada 2021, Universitas Pertahanan Republik Indonesia menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) Ilmu Pertahanan bidang Perang Semesta kepadanya. Saat prosesi penganugerahan berlangsung, Prabowo yang ketika itu menjabat Menteri Pertahanan turut hadir.
Kini, sosok yang pernah menjadi salah satu jenderal berpengaruh di lingkungan TNI itu telah berpulang. Ryamizard meninggalkan jejak panjang pengabdian di dunia militer dan pertahanan Indonesia. []
























