• Latest
  • Trending
BI Rate Naik ke 5,5%, Siap-siap Cicilan KPR dan Pinjol Ikut Naik

BI Rate Naik ke 5,5%, Siap-siap Cicilan KPR dan Pinjol Ikut Naik

Kabar Duka, Mantan KSAD di Era Tiga Presiden Dikabarkan Meninggal Dunia

Jenderal (Purn) Subagyo HS Dimakamkan di Taman Kalibata

Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

2 Tahun Prabowp-Gibran 20 Oktober Mahasiswa Demo di 2 Lokasi

Kabar Duka, Mantan KSAD di Era Tiga Presiden Dikabarkan Meninggal Dunia

Kabar Duka, Mantan KSAD di Era Tiga Presiden Dikabarkan Meninggal Dunia

Capital Inflow Indonesia Rp4,37 Triliun, Kepercayaan Global Meningkat

Survei BI: Aktivitas Bisnis RI Tetap Tumbuh, tapi Melambat

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Maruli Simanjutak Terima Jabatan Kepala BNPP

Maruli Simanjutak Terima Jabatan Kepala BNPP

3 Juta Warga RI Terpapar Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik 78%

DPR Desak Menhut Mundur Jika Tak Bisa Tangani Karhutla

Prabowo: Danantara Wajib Bantu Lanjutkan Proyek LRT Jakarta

Pemgamat: Komunikasi Prabowo Semakin Baik

3 Faktor Proyek MRT Jakarta Fase 2 Bakal Molor

Peringkat Transportasi Publik Jakarta Naik dari Posisi 17 ke 15 Dunia

BEI Target Kapitalisasi Bursa Rp 30.000 Triliun pada 2030

BEI dan OJK Akan Bertemu MSCI Minta Klarifikasi

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, 12 Pesawat Terlambat

PM Malaysia Minta ASEAN Tangani Karhutla RI

Penyebab Kerusuhan di Prancis

Penyebab Kerusuhan di Prancis

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Oktober 20, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

BI Rate Naik ke 5,5%, Siap-siap Cicilan KPR dan Pinjol Ikut Naik

by Muhammad Fadhil
Juni 9, 2026
in BERITA TERBARU, EKONOMI, NEWS
BI Rate Naik ke 5,5%, Siap-siap Cicilan KPR dan Pinjol Ikut Naik

Ilustrasi cicilan KPR. (Beritasatu.com/AI)

ASPEK.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5%. Sejalan dengan itu, suku bunga Deposit Facility naik menjadi 4,50% dan Lending Facility menjadi 6,25%.

Kalangan ekonom menilai langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus meredam tekanan inflasi yang mulai meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Ekonom Senior INDEF Tauhid Ahmad mengatakan kenaikan BI Rate berpotensi menarik kembali minat investor asing ke instrumen keuangan domestik, terutama Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).

BacaJuga

Jenderal (Purn) Subagyo HS Dimakamkan di Taman Kalibata

2 Tahun Prabowp-Gibran 20 Oktober Mahasiswa Demo di 2 Lokasi

Kabar Duka, Mantan KSAD di Era Tiga Presiden Dikabarkan Meninggal Dunia

Survei BI: Aktivitas Bisnis RI Tetap Tumbuh, tapi Melambat

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Maruli Simanjutak Terima Jabatan Kepala BNPP

“Itu bisa mendorong lagi investor masuk, terutama untuk membeli SRBI ataupun SBN. Karena kalau BI rate naik biasanya yield daripada SRBI ataupun SBN naik. Sehingga permintaan rupiah akan menguat, ya rupiah bisa lebih stabil lagi,” kata Tauhid, Selasa (9/6).

Menurutnya, kenaikan suku bunga acuan juga menjadi instrumen untuk mengendalikan inflasi. Dengan bunga kredit yang lebih tinggi, konsumsi masyarakat diperkirakan akan melambat sehingga tekanan harga dapat diredam.

“Kedua memang untuk peredam inflasi. Karena kalau kita lihat kemarin di Mei itu 3%, mulai agak panas levelnya. Sehingga kalau katakanlah suku bunga naik, biasanya bunga kredit naik ya orang konsumsinya turun,” ujarnya.

Namun, kebijakan tersebut juga membawa konsekuensi bagi masyarakat, khususnya para debitur. Tauhid memperkirakan perbankan dan lembaga pembiayaan akan segera menyesuaikan bunga pinjaman dalam waktu dekat.

“Biasanya kenaikan BI rate lebih cepat direspons oleh kenaikan suku bunga pinjaman untuk kredit konsumsi dan kredit investasi. Beda kalau BI menurunkan suku bunga, perbankan biasanya menurunkan suku bunga lebih lambat. Tapi kalau naik biasanya lebih cepat. Biasanya dalam sebulan akan naik,” jelasnya.

Kenaikan bunga kredit itu diperkirakan akan berdampak pada berbagai jenis pembiayaan, mulai dari Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hingga pinjaman online (pinjol).

“Termasuk tadi KPR biasanya mengikuti. Termasuk pinjaman online juga bunganya pasti oleh pelaku usaha akan ikut naik. Konsekuensinya seperti itu,” tegas Tauhid.

Pandangan serupa disampaikan Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal. Ia menilai keputusan BI menaikkan suku bunga tidak lepas dari tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang telah melemah jauh dari perkiraan.

“Karena pelemahan mata uang rupiah yang begitu tinggi di Rp 18.200 dan inipun juga mendapatkan kritikan intervensi dari berbagai lembaga, baik DPR, pemerintah, maupun presiden terhadap Bank Indonesia,” tutur Faisal.

Menurut Faisal, respons pertama yang biasanya muncul setelah BI Rate naik adalah penyesuaian bunga kredit oleh perbankan. Dampaknya kemudian akan dirasakan oleh masyarakat yang memiliki pinjaman, termasuk KPR.

“Jadi biasanya behavior-nya itu kalau BI rate itu naik, yang naik duluan adalah kenaikan di suku bunga kredit di perbankan. Maksudnya ini respons daripada perbankan komersialnya dengan kenaikan tingkat suku bunga acuan,” ucapnya.

“Nah KPR pada dasarnya ya juga in general menurut saya akan mengikuti otomatis, ya. Jadi itu akan naik respons, ya. Walaupun biasanya juga untuk masing-masing bank mungkin reaksinya mungkin berbeda-beda,” sambung Faisal.

Dengan kenaikan BI Rate ini, masyarakat yang memiliki kredit berbunga mengambang (floating rate) perlu mencermati potensi kenaikan cicilan dalam beberapa waktu ke depan. Sementara bagi calon debitur, biaya pinjaman berpeluang menjadi lebih mahal jika perbankan mulai menyesuaikan suku bunga kreditnya. []

Komentar
Share27Tweet17SendShareShare5Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Kabar Duka, Mantan KSAD di Era Tiga Presiden Dikabarkan Meninggal Dunia

Jenderal (Purn) Subagyo HS Dimakamkan di Taman Kalibata

ASPEK.ID,JAKARTA -Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) periode 1998-199 Jenderal (Purn) Subagyo HS yang wafat di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta...

Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

2 Tahun Prabowp-Gibran 20 Oktober Mahasiswa Demo di 2 Lokasi

ASPEK.ID,JAKARTA - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Firman Darmansyah mengatakan polisi akan melakukan rekayasa lalu lintas di...

Kabar Duka, Mantan KSAD di Era Tiga Presiden Dikabarkan Meninggal Dunia

Kabar Duka, Mantan KSAD di Era Tiga Presiden Dikabarkan Meninggal Dunia

YOGYAKARTA – Kabar duka datang dari keluarga besar TNI. Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo atau yang dikenal sebagai Subagyo...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In