ASPEK.ID, JAKARTA – Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran. Operasi tersebut dilakukan setelah Presiden Donald Trump memerintahkan langkah militer sebagai respons atas tindakan Iran yang dinilai terus berlanjut.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut serangan itu dilaksanakan pada Rabu waktu setempat. Serangan tersebut diklaim sebagai tindakan membela diri terhadap agresi Iran.
“Pasukan Komando Pusat AS melancarkan serangan membela diri tambahan pada hari ini pukul 17:15 waktu AS timur (04:15 WIB) terhadap sejumlah sasaran di Iran atas instruksi Panglima Tertinggi,” kata CENTCOM melalui akun media sosial X, Kamis (11/6).
“Serangan tersebut adalah untuk merespons agresi Iran yang tak beralasan dan terus berlanjut,” lanjut pernyataan tersebut.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengungkapkan bahwa operasi militer yang disiapkan Washington akan menyasar sejumlah fasilitas penting di Iran. Ia menegaskan serangan yang dilakukan akan menunjukkan kekuatan militer AS.
“Komando Pusat AS akan sibuk malam ini karena Presiden Trump berkata kita akan menghantam Iran dengan keras, dan kita akan melakukannya,” ujar Hegseth kepada wartawan di Pangkalan Udara MacDill, Tampa, Florida.
Keputusan Trump untuk meningkatkan serangan terhadap Iran diambil setelah sebuah helikopter Apache milik AS ditembak Iran pada awal pekan ini.
Situasi di kawasan sendiri terus memanas sejak pecahnya konflik pada 28 Februari lalu. Saat itu, serangan gabungan AS dan Israel ke Iran memicu rangkaian aksi saling balas serangan, konfrontasi militer, hingga meningkatnya ketegangan diplomatik di kawasan. []























