oleh Marthunis, S.T., D.E.A. (Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aceh)
International Gas Union (IGU) merilis World LNG Report Tahun 2026 pada 7 Juli 2026. Dalam laporan ini disebut bahwa pada tahun 2025, Indonesia menempati peringkat pertama sebagai negara pengekspor kembali (re-export) LNG. Capaian ini ditopang oleh Terminal Regasifikasi Arun yang ditetapkan sebagai hub atau pusat logistik berikat gas di kawasan Asia Pasifik.
Fasilitas pengolahan LNG di Arun telah dimanfaatkan sebagai terminal regasifikasi. Hal ini sebagai exit strategi dari berakhirnya produksi PT Arun NGL dan dibangunnya pipanisasi gas ke Belawan untuk menyuplai energi bagi kebutuhan industri.
Capaian ini memberikan peluang baru bagi Arun. Kegiatan Regasifikasi pada intinya adalah merubah fase cair LNG yang mempunyai suhu yang sangat rendah (-160 derajat celcius) menjadi fase gas yang mempunyai suhu (-30 derajat celcius) agar mudah ditransportasikan melalui pipa. Proses perubahan wujud LNG ini menghasilkan produk buangan (by product) yaitu gas dingin yang melimpah.
Di sisi lain, ledakan kuantum komputasi yang diinisiasi oleh disrupsi digital seperti cloud computing dan AI menyebabkan kebutuhan data centre (pusat data) secara signifikan. Pertumbuhan investasi untuk membangun data centre mencapai 11 persen lebih atau dua digit.
Dilihat dari struktur biaya, data centre menghabiskan biaya pendingin bagi processing chip-nya berkisar antara 25% hingga 45 % dari total biaya operasi. Kenyataan ini memberikan peluang KEK Arun sebagai lokasi berdaya saing untuk pembangunan data centre karena penghematan dari sisi teknologi pendingin, sebagai tambahan dari fasilitas lainnya dari rezim kawasan ekonomi khusus.
Di sisi lain, jika teknologi pendingin berbasis gas dingin buangan dari regasifikasi dapat diterapkan secara andal, industri apapun yang menggunakan teknologi pendingin ini bisa dianggap sebagai green industry atau green data centre. Hal ini dikarenakan kebutuhan pendinginan tidak harus menghabiskan energi fosil yang berasal dari PLTU atau PLTMG.











