• Latest
  • Trending

Penjualan Kereta PT INKA di 2019 Capai Rp2,42 T

Erick Minta PLTS Terapung Cirata Ditiru di Seluruh Sungai Indonesia

Qodari: Bangun 15 PLTS, Bisa Hemat APBN Rp4,6 Triliun/Tahun

Lima Pati Kopassus Naik Pangkat

Lima Pati Kopassus Naik Pangkat

Mantan Ajudan Wapres Gibran Jadi Pangkosek IV

Mantan Ajudan Wapres Gibran Jadi Pangkosek IV

Prabowo dan Megawati Bakal Bertemu pada HUT Prabowo 17 Oktober

Prabowo dan Megawati Bakal Bertemu pada HUT Prabowo 17 Oktober

Perusahaan Tommy Soeharto IPO September

Danantara Minta Pertagas Kembangkan Jargas Nasional Tekan Impor LPG

Beroperasi Agustus 2022, Catat Jadwal LRT Jabodebek

Mulai Besok, LRT Jabodebek Uji Coba Perjalanan Perdana Pukul 05.30 WIB

Ekskavator Mulai Ratakan Klaster Mewah Lapas Cibinong

Ekskavator Mulai Ratakan Klaster Mewah Lapas Cibinong

Jokowi Mau RAPBN 2025 Akomodasi Semua Program Prabowo

Jokowi Tahu Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Profil Fatima El Mansouri, Perempuan Pertama yang Jadi PM Maroko

Profil Fatima El Mansouri, Perempuan Pertama yang Jadi PM Maroko

Dolar AS Makin Kuat Setelah The Fed Naikkan Suku Bunga

Dolar AS Melemah ke Rp 17.912 Pagi Ini

13 Napi Lapas Narkotika Jakarta Dapat Kesempatan Kuliah S1 Teologi

Komisi XIII DPR-Ditjenpas Tinjau Lapas Cibinong Hari Ini

Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

Prabowo-Gibran  Tambah Transfer ke Daerah Jadi Rp 735 Triliun di APBN 2027

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, September 30, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Penjualan Kereta PT INKA di 2019 Capai Rp2,42 T

by Zamzami Ali
Agustus 19, 2019
in BUMN

ASPEK.ID, JAKARTA – PT Industri Kereta Api atau INKA (Persero) membukukan penjualan sebesar Rp2,42 triliun hingga Agustus 2019. Rencana Anggaran dan Kerja Perusahaan (RKAP) Badan Usaha Milik Negara itu ditargetkan sebesar Rp3,75 triliun.

Direktur Utama PT Inka Budi Noviantoro mengatakan bahwa penjualan kereta sampai semester I 2019 menyentuh angka Rp1,12 triliun dan sisanya pada Juli hingga pertengahan Agustus.

Budi Noviantoro menyebut, perseroan mengejar realisasi target penjualan tahun ini dan akan mengebut produksi dan pengiriman pesanan ekspor kereta dari beberapa negara. Salah satunya, Bangladesh.

BacaJuga

Aliansi Serikat MEPS dan Manajemen Pelindo Bahas Program Transformasi dan Penataan Peran Pelindo Grup

Kagama Ucap Selamat ke Anggotanya Jadi Dirut Pertamina International Shipping

Pelindo Marine Service dan Serikat Pekerja Teken Perjanjian Bersama, Dorong Hubungan Kerja Harmonis

Pelita Air Selipkan Tiket MotoGP Gratis di Kursi Penumpang

Putra Karni Ilyas Jadi Komisaris Independen Angkasa Pura

Prabowo Sebut Penghasilan Danantara Naik 400% dalam 1,5 Tahun

Perseroan mengekspor hasil produksinya ke Bangladesh mulai Januari 2019. Sejauh ini, perseroan sudah mengirimkan 50 kereta pesanan Bangladesh Railway untuk Chittagong Port.

Kemudian, pengiriman 200 kereta berikutnya dilakukan secara bertahap mulai Juli 2019. “26 kereta batch awal telah dikirimkan pada 24 Juli 2019 menuju Chittagong Port, Bangladesh,” kata Budi Noviantoro dilansir dari laman CNN.

Perseroan memproduksi 250 kereta untuk Bangladesh Railway. Pengadaan 250 kereta tersebut merupakan hasil lelang yang dimenangkan PT Inka pada 2017 lalu, dengan nilai kontrak sebesar US$100,89 juta.

“September nanti kami akan mulai pengiriman lagi (ke Bangladesh),” imbuhnya.

PT INKA merupakan BUMN manufaktur sarana perkereta-apian pertama dan terbesar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Secara formal, PT INKA (Persero) berdiri pada tanggal 18 Mei 1981. Selanjutnya dilakukan penyerahan operasional pabrik kereta api oleh pihak PJKA  pada tanggal 29 Agustus 1981.

Awalnya, PT INKA (Persero) berada dalam pembinaan teknis Departemen Perhubungan, kemudian dibawah Dewan Pembina Industri Strategis (DPIS) pada 1983, tahun 1989 dibawah Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS) dan pada tahun 1998, pengelolaannya di bawah Menteri Pendayagunaan BUMN.

Pada tahun yang sama (1998), PT INKA menjadi anak perusahaan dari holding PT Bahana Pakarya Industri Strategis (BPIS). Menyusul dibubarkannya PT BPIS pada 2002, PT INKA berada dalam pengelolaan Kementerian BUMN hingga sekarang.

Komentar
Share105Tweet66SendShareShare18Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

KAI Rugi Rp 3,5 Miliar Gara-gara Refund Tiket Akibat Banjir

Ada Zikir di Monas, Penumpang Bisa Naik KA di Jatinegara

Jakarta - Sebanyak 13 perjalanan kereta api (KA) keberangkatan Stasiun Gambir bisa berhenti di Stasiun Jatinegara hari ini karena ada...

KRL Jabodetabek Angkut 1 Juta Penumpang Setiap Hari

KRL Jabodetabek Angkut 1 Juta Penumpang Setiap Hari

Jakarta - Jumlah pengguna KRL Commuter Line Jabodetabek tercatat mencapai 156,81 juta orang sepanjang semester I/2024. VP Corporate Secretary PT...

KAI Daop Surabaya Stop Operasi Hingga 31 Mei

Triwulan I 2024, Volume Penumpang Kereta Api Naik 11%

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat volume penumpang kereta api pada triwulan I 2024 yaitu sebanyak 11.379.196 penumpang, terdiri dari...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In